News  

Kodim 0812 Lamongan Gelar Latihan Menembak, Asah Kemampuan Prajurit

Kodim 0812 Lamongan menggelar latihan menembak senjata ringan semester II tahun 2026 selama tiga hari, Rabu (28/10/2026) (Foto: Pendim 0812 for Redaksi)
Kodim 0812 Lamongan menggelar latihan menembak senjata ringan semester II tahun 2026 selama tiga hari, Rabu (28/10/2026) (Foto: Pendim 0812 for Redaksi)

NOWTOOLINE.COM, LAMONGAN — Kodim 0812 Lamongan menggelar latihan menembak senjata ringan (Latbakjatri) semester II tahun 2026 untuk mengasah sekaligus memelihara kemampuan dasar prajurit. Latihan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (27/10/2026), ini diikuti seluruh personel Kodim 0812 Lamongan di Lapangan Tembak Kodim 0812 Lamongan, Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Dalam kegiatan tersebut, para prajurit menggunakan senjata ringan SS1 V3. Latihan dipimpin langsung Komandan Kodim (Dandim) 0812 Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo yang sekaligus bertindak sebagai komandan latihan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya satuan untuk menjaga keterampilan menembak personel militer agar tetap terpelihara melalui latihan yang terprogram. Selain meningkatkan kemampuan teknis, latihan juga menitikberatkan kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan selama kegiatan berlangsung.

 

Dandim Tekankan Pentingnya Kemampuan Dasar Prajurit

Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo menjelaskan, latihan menembak senjata ringan merupakan sarana untuk mengasah, memelihara, dan mempertahankan kemampuan menembak seluruh personel Kodim 0812 Lamongan.

Menurut dia, kemampuan tersebut merupakan salah satu keterampilan dasar yang perlu terus dilatih secara berkelanjutan. Karena itu, setiap prajurit diharapkan mengikuti kegiatan dengan serius dan memanfaatkan waktu latihan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.

“Kemampuan menembak merupakan salah satu kemampuan dasar Prajurit TNI yang harus senantiasa diasah dan dilatihkan secara berkelanjutan kepada setiap Personel Militer,” ujar Deni di sela-sela kegiatan latihan.

Dia juga menekankan bahwa latihan tidak hanya berkaitan dengan ketepatan menembak. Kegiatan tersebut turut menjadi sarana untuk melatih kedisiplinan, ketenangan, dan kesabaran dalam menjalankan tugas.

Menurut Deni, kemampuan mengendalikan diri dan mengikuti prosedur merupakan bagian penting dalam pelaksanaan latihan militer. Dengan demikian, setiap personel diharapkan dapat menjalani kegiatan secara bertanggung jawab.

“Saya berpesan agar setiap Prajurit mampu mempergunakan waktu latihan dengan sebaik-baiknya sebagai wujud pertanggungjawaban kepada Bangsa dan Negara,” katanya.

 

Keselamatan Menjadi Prioritas Selama Latihan

Selain peningkatan keterampilan, aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam latihan menembak Kodim 0812 Lamongan. Koordinator materi, Kapten Arh Sugeng, mengingatkan seluruh peserta agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan penyelenggara dan pelatih di lapangan.

Menurut Sugeng, pengalaman dalam menggunakan senjata tidak boleh membuat seorang prajurit mengabaikan prosedur. Kewaspadaan tetap diperlukan dalam setiap tahapan kegiatan karena kelalaian saat latihan berpotensi menimbulkan risiko serius.

“Karena sedikit keteledoran akan berakibat fatal. Ada kalanya kita merasa sudah lama menjadi seorang Prajurit, sudah sangat biasa memegang senjata sehingga meremehkan dalam pelaksanaanya yang bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Sugeng saat memberikan pengarahan kepada peserta.

Peringatan tersebut menegaskan bahwa kepatuhan terhadap prosedur keselamatan harus diterapkan secara konsisten, termasuk oleh personel yang telah memiliki pengalaman. Penguasaan keterampilan teknis perlu berjalan seiring dengan sikap disiplin dan kewaspadaan.

Dalam latihan yang melibatkan penggunaan senjata api, faktor keselamatan menjadi bagian penting dari keberhasilan kegiatan. Oleh sebab itu, arahan pelatih dan ketentuan penyelenggara harus menjadi pedoman bagi seluruh peserta selama berada di lapangan tembak.

Sugeng menambahkan, keamanan dan kewaspadaan tidak boleh dikesampingkan demi mengejar hasil latihan. Menurut dia, keberhasilan kegiatan tidak semata-mata ditentukan oleh capaian teknis, tetapi juga oleh pelaksanaannya yang aman dan tertib.

“Karena sebaik apa pun hasil sebuah latihan tidak akan berarti jika terjadi cedera ataupun hal-hal yang tidak diinginkan. Namun sebaliknya, jika latihan berjalan dengan aman dan lancar maka itu adalah sebuah indikator keberhasilan dalam latihan,” tandasnya.

 

Latihan Berkelanjutan untuk Menjaga Kesiapan Personel

Latihan menembak merupakan salah satu bentuk pembinaan kemampuan dasar bagi personel militer. Melalui kegiatan yang dilakukan secara terprogram, keterampilan yang telah dimiliki prajurit dapat terus dipelihara dan dievaluasi sesuai sasaran latihan.

Dalam konteks pelaksanaan tugas, kemampuan teknis perlu didukung oleh kedisiplinan, ketenangan, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Kombinasi tersebut menjadi aspek penting dalam membangun personel yang terlatih dan bertanggung jawab.

Pelaksanaan Latbakjatri semester II tahun 2026 di Kodim 0812 Lamongan juga menunjukkan pentingnya menempatkan keselamatan sebagai bagian dari proses pembinaan. Penekanan terhadap kewaspadaan menjadi pengingat bahwa latihan yang melibatkan senjata api membutuhkan perhatian serius dari setiap peserta maupun pelatih.

Meski demikian, informasi mengenai hasil penilaian kemampuan menembak, capaian skor peserta, dan evaluasi akhir kegiatan belum disampaikan dalam keterangan yang tersedia. Data tersebut diperlukan untuk menggambarkan secara lebih terukur perkembangan kemampuan personel setelah mengikuti latihan.

Latihan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ini diharapkan dapat mendukung pemeliharaan keterampilan prajurit sekaligus memperkuat budaya disiplin dan keselamatan di lingkungan satuan. Dengan mengutamakan latihan yang terarah, kepatuhan terhadap prosedur, dan evaluasi yang berkelanjutan, pembinaan kemampuan dasar diharapkan tetap berjalan sesuai tujuan.

Pada akhirnya, keberhasilan latihan menembak tidak hanya terletak pada ketepatan sasaran, tetapi juga pada kemampuan seluruh personel menjalankan setiap tahapan secara tertib dan aman. Prinsip tersebut menjadi landasan penting bagi Kodim 0812 Lamongan dalam menjaga kualitas pembinaan prajurit secara berkelanjutan.

Wartawan: P Joce H, Editor: M Ilham Firnanda