Daerah  

IDI Jatim Kolaborasi dengan Pemkab Lamongan Tangani Stunting dengan Tanam Pohon Produktif

Ketua IDI Jatim Dr dr Sutrisno, Sp.OG (K) saat menanam pohon buah-buahan di Taman Buah Stunting Sehati setelah diresmikan bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Minggu (28/5/2023), Foto : Arianda)

NOWTOOLINE, LAMONGAN – Ikatan Dokter Indonesia wilayah Provinsi Jawa Timur (IDI Jatim) kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan (Pemkab Lamongan) melaksanakan gerakan penanaman pohon buah-buahan (tanaman produktif), Minggu (28/5/2023).

Penanaman pohon ini dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-115 serta upaya IDI Jatim dalam menangani dan mencegah stunting di Provinsi Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Lamongan.

Sepuluh ribu pohon tersebut ditanam secara serentak di Jawa Timur. Sedangkan di Lamongan, sebanyak 650 batang pohon ditanam di Taman Buah Stunting Sehati di Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan Lamongan.

Untuk diketahui, bahwa Taman Buah Stunting Sehati sebelum diresmikan Ketua IDI Jatim dan Bupati Lamongan merupakan Taman Made Kehati (Keanekaragaman Hayati) yang telah ditumbuhi rumput ilalang.

“Di HBDI ke 115, kita ikut serta secara langsung membantu mengatasi dan mencegah stunting. Yakni dengan mendonasikan 10 ribu tanaman buah berumur puluhan tahun. Agar kelak buahnya bisa mengatasi stunting,” kata Ketua IDI Jatim Dr dr Sutrisno, Sp.OG (K).

 

Sutrisno mengemukakan, sepuluh ribu pohon buah-buah tersebut ditanam secara serentak oleh dokter di Jawa Timur. Sedangkan di wilayah Kabupaten Lamongan sebanyak 650 batang pohon.

“Kita melaksanakan penanaman pohon buah-buahan secara serentak di wilayah Jawa Timur ini juga dengan harapan agar IDI Jatim bisa mendapatkan rekor muri,” tuturnya.

Dalam waktu tiga tahun kedepan, Sutrisno meyakini, pohon buah-buahan tersebut akan menghasilkan daur oksigen yang luar biasa karena sudah berupa Hutan Kota
khususnya di wilayah Kota Lamongan.

Tak hanya itu, lanjut Sutrisno, bunga dari pohon buah-buahan ini akan menarik lebah madu. Menurutnya, tentu ini kan menjadi peluang juga.

“Saya harap dr. Budi (Ketua IDI Lamongan) bisa menaruh 2-3 kotak rumah lebah. Saya juga siap mencarikan bibit lebah madu yang berkualitas,” katanya.

Mengenai tingginya angka stunting di Jawa Timur, Sutrisno menegaskan, harus segera diatas agar Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia khususnya Jatim akan menurun.

“Kalau kita akan meningkatkan SDM Indonesia, maka stunting harus diatasi. Karena mengatasi stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak. Untuk itu semua harus bergerak karena memerlukan waktu yang panjang dan terus menerus,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengapresiasi gerakan penanaman 10 ribu pohon buah-buahan oleh dokter di Jawa Timur dalam upaya penanganan angka stunting khususnya di Lamongan.

“Gerakan tanam 10 ribu pohon buah-buahan oleh dokter di Jatim dan diikuti di Lamongan ini patut diapresiasi. Di Lamongan sebanyak 650 batang pohon yang ditanam di Taman Buah Stunting Sehati yang baru saja kita resmikan,” ucap Pak Yes.

Dengan adanya kegiatan ini, Pak Yes akan mengajak, Camat se Kabupaten Lamongan untuk melaksanakan gerakan penanaman pohon buah-buahan (produktif).

“Program ini akan kita tindaklanjuti di Lamongan dengan meminta kepada Camat se Lamongan agar menyiapkan lahan tidur agar ditanami pohon buah-buahan. Dan nanti akan dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Ketua IDI Lamongan dr Budi Himawan berharap jalinan kerjasama dengan Pemkab Lamongan bisa terus berlanjut. Tidak hanya berhenti saat tanam pohon saja.

“Karena dua bulan lagi, tentunya akan ada peninjauan atau penilaian langsung dari Tim Muri. Kami harap Pemkab Lamongan juga turut hadir ketika kegiatan ini tercatat dan disahkan dalam Rekor Muri,” kata dr Budi.

Keberlangsungan pohon buah-buahan ini, dr Budi mengatakan, juga menjadi tanggung jawab bersama dari Pemkab Lamongan dan teman-teman Organisasi Profesi Kesehatan (OPK) yang turut serta menanam.

“Saya harap teman-teman OPK juga turut merawat 650 batang pohon buah-buahan di Tamam Buah Stunting Sehati ini. Agar nantinya bisa menjadi ajang untuk bersilaturahi,” ujarnya.

Tak hanya itu, dr Budi menyampaikan, kedepan Taman Buah Stunting Sehati ini juga akan bisa digunakan oleh teman sejawat dan Dinas Kesehatan untuk memberikan penyuluhan kepada ibu hamil, ibu menyusui dan ibu dari orang tua balita stunting.

“Konsepnya, taman ini akan bisa kita nikmati dan buahnya dipetik secara gratis 3-4 tahun kedepan. Bila ditambah gazebo maka teman-teman sejawat dan Pemkab Lamongan melalui Dinkes bisa memberikan penyuluhan di taman ini,” tutur dr Budi saat penanaman 10 ribu pohon buah-buahan oleh IDI Jatim.