Siapkan Swasembada Pangan, Bupati Lamongan Serahkan Bantuan Alsintan untuk Perkuat Produktivitas Petani

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi usai menyerahkan bantuan alsintan secara simbolis kepada tujuh Ketua Poktan di halaman DKPP Kabupaten Lamongan, Kamis (11/6/2026) Foto : Moch. Nuril Huda/TIMES Indonesia)

NOWTOOLINE, LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat langkah menuju swasembada pangan nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mempercepat modernisasi sektor pertanian melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi secara simbolis menyerahkan bantuan Traktor Roda Crawler (Rotavator) tipe RTV-200 kepada tujuh kelompok tani penerima manfaat di halaman Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan, Kamis (11/6/2026).

Bantuan tersebut merupakan dukungan Pemerintah Pusat yang bersumber dari APBN Tahun 2026 sebagai bagian dari program penguatan sektor pertanian dan peningkatan produktivitas pangan di daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Dalam kesempatan itu, Yuhronur Efendi yang akrab disapa Pak Yes mengatakan, bantuan alsintan menjadi bagian dari rencana aksi Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam menjaga produktivitas pertanian di tengah potensi musim kering dan perubahan cuaca ekstrem.

“Hari ini kita menyaksikan berbagai bantuan yang telah disiapkan untuk mendukung program swasembada pangan dan memperkuat posisi Lamongan sebagai lumbung pangan. Bantuan ini merupakan dukungan Pemerintah Pusat yang akan langsung dimanfaatkan petani di lapangan,” kata Pak Yes.

Selain rotavator, Pemkab Lamongan juga menyalurkan berbagai sarana dan prasarana pertanian lainnya. Di antaranya 108 unit pompa air, 23 unit hand tractor, 181 paket irigasi perpompaan dan irigasi perpipaan, serta tiga unit combine harvester yang akan digunakan untuk mendukung proses produksi hingga panen.

Menurut Pak Yes, seluruh bantuan tersebut dirancang untuk menjawab tantangan sektor pertanian, terutama di wilayah tadah hujan yang rentan mengalami kekurangan air saat musim kemarau.

“Sebagian besar bantuan irigasi akan segera dipasang di lokasi-lokasi yang membutuhkan sumber air tambahan. Ini menjadi langkah konkret untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian meskipun terjadi perubahan iklim,” ujarnya.

Lamongan sendiri dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pada tahun sebelumnya, dari luas baku sawah sekitar 95 ribu hektare, petani Lamongan mampu melakukan panen pada luasan mencapai 193 ribu hektare.

Capaian tersebut mendorong peningkatan indeks pertanaman dari 1,64 menjadi 2,1. Tahun 2026, Lamongan bahkan ditargetkan mencapai luas tambah tanam hingga 233.384 hektare.

Pak Yes menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras petani serta dukungan berbagai program pemerintah yang terus diarahkan pada peningkatan produktivitas lahan.

“Kenaikan target luas tanam ini harus diimbangi dengan berbagai langkah strategis, mulai dari penyediaan alat pertanian, penggunaan benih unggul, pemupukan yang tepat, pengendalian hama hingga dukungan pascapanen,” katanya.

Ia menambahkan, penggunaan teknologi pertanian modern menjadi kunci untuk meningkatkan hasil produksi sekaligus menekan risiko kerugian petani. Salah satunya melalui pemanfaatan combine harvester yang mampu mengurangi kehilangan hasil panen yang selama ini dapat mencapai sekitar 10 persen apabila proses panen masih dilakukan secara konvensional.

Selain itu, Lamongan juga terus mengembangkan modernisasi pertanian melalui penggunaan drone untuk pemupukan dan pengendalian hama, mesin transplanter untuk tanam padi, hingga berbagai teknologi mekanisasi lainnya.

“Transformasi menuju pertanian modern harus terus dilakukan. Harapannya produktivitas meningkat, kesejahteraan petani bertambah, Nilai Tukar Petani naik, dan manfaat ekonomi sektor pertanian semakin dirasakan masyarakat,” ujar Pak Yes.

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Lamongan Mugito menegaskan bahwa seluruh bantuan alsintan diberikan berbasis kelompok tani agar pemanfaatannya lebih efektif dan dapat dirasakan secara luas oleh anggota kelompok.

“Tidak ada bantuan alsintan yang diberikan kepada perorangan. Semua bantuan disalurkan melalui kelompok tani agar pengelolaannya lebih optimal dan manfaatnya bisa dirasakan bersama,” kata Mugito.

Tujuh kelompok tani yang menerima bantuan rotavator secara simbolis yakni Poktan Sumber Tani Dua Desa Sumberbendo Kecamatan Mantup, Poktan Harapan Makmur Tugulor Desa Dumpiagung Kecamatan Kembangbahu, Poktan Mulyo Tani Kanoman Desa Wonokromo Kecamatan Tikung, Poktan Sekar Gading III Desa Sekaran Kecamatan Sekaran, Poktan Tani Seger Satu Desa Karangwungu Kecamatan Karanggeneng, Poktan Sri Manunggal Desa Lopang Kecamatan Kembangbahu, serta Poktan Sekar Srengenge VI Desa Sungegeneng Kecamatan Sekaran.

Melalui dukungan alsintan dan infrastruktur pertanian tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan berharap produktivitas pertanian terus meningkat sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin dinamis.

“Petani Sejahtera, Lamongan Berjaya”