Beda dari Biasanya! Puncak Harkopnas Lamongan Diserbu Puluhan Negara

Mahasiswa program Summer School Universitas Airlangga (Unair) saat belajar membatik pada momen puncak peringatan Harkopnas di Alun-alun Lamongan, Jumat (24/7/2026), Foto : Mokhammad Arianda Bakhtiar)
Mahasiswa program Summer School Universitas Airlangga (Unair) saat belajar membatik pada momen puncak peringatan Harkopnas di Alun-alun Lamongan, Jumat (24/7/2026), Foto : Mokhammad Arianda Bakhtiar)

NOWTOOLINE, ​LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) menggelar Jalan Sore Fun Walk, pameran UMKM, gerakan koperasi, serta pasar murah dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 bertema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan diawali dengan Fun Walk yang diikuti insan koperasi se-Kabupaten Lamongan bersama ratusan peserta Summer School Universitas Airlangga. Rute dimulai dari depan Pendopo Lokatantra dan berakhir di Alun-alun Lamongan.

Suasana semakin hidup dengan puluhan stan UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan daerah, mulai dari kuliner khas, batik, hingga kerajinan tenun. Para delegasi dari 41 negara tampak antusias mengunjungi setiap stan, berdialog langsung dengan pelaku usaha, hingga menyaksikan demonstrasi pembuatan produk.

Di saat yang sama, Diskoperindag Lamongan juga menggelar pasar murah sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.

Berbagai komoditas seperti beras premium, beras SPHP, Minyakita, gula pasir, telur, dan mi instan disediakan dengan harga lebih murah dibanding harga pasar. Produk-produk UMKM Lamongan juga dipasarkan untuk memperluas akses promosi kepada masyarakat.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, kehadiran delegasi Summer School dari 41 negara menjadi nilai tambah dalam peringatan Harkopnas tahun ini.

“Hari ini menjadi momen yang sangat spesial karena kita kedatangan tamu dari 41 negara. Mereka belajar tentang koperasi, UMKM, kuliner, batik, hingga berbagai kerajinan khas Lamongan. Ini menjadi kesempatan memperkenalkan potensi daerah kepada dunia internasional,” ujar Pak Yes.

Pak Yes menjelaskan, meski Hari Koperasi Nasional diperingati setiap 12 Juli, puncak perayaan di Lamongan baru dilaksanakan pada Jumat (24/7/2026). Momentum tersebut juga dirangkaikan dengan tasyakuran atas penghargaan yang diterimanya sebagai Pembina Koperasi Terbaik di Jawa Timur.

Menurutnya, peringatan Harkopnas menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Lamongan.
“Kami optimistis program KDKMP akan berjalan sukses dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Universitas Airlangga, Prof. Sutarto Wijoyo, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Lamongan atas kolaborasi dalam penyelenggaraan Summer School ke-6 yang diikuti 162 mahasiswa dari 41 negara.

Ia menilai Lamongan dipilih karena memiliki berbagai capaian di bidang pengembangan koperasi serta kepemimpinan daerah yang dinilai berhasil membangun ekonomi kerakyatan.

“Ini bukan sekadar agenda akademik internasional, tetapi juga menjadi ruang persahabatan dunia. Para peserta dapat melihat langsung bagaimana koperasi dan UMKM berkembang di Lamongan,” ujar Sutarto.

Kepala Diskoperindag Lamongan Anang Taufik mengatakan, rangkaian Harkopnas telah dimulai sejak 12 Juli dan melibatkan seluruh insan koperasi di Kabupaten Lamongan.

Menurutnya, konsep peringatan tahun ini sengaja dirancang agar seluruh anggota koperasi merasa menjadi bagian dari perayaan, mulai dari kegiatan Fun Walk, pengundian hadiah, hingga pameran UMKM.

“Koperasi itu dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Karena itu seluruh rangkaian kegiatan kami laksanakan dengan melibatkan mereka secara langsung,” kata Anang.

Ia menambahkan, kehadiran delegasi internasional juga menjadi peluang strategis memperkenalkan kualitas produk UMKM Lamongan kepada dunia.

“Tahun ini sekitar 2.000 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM dan gerakan koperasi terlibat dalam kegiatan. Mereka tidak hanya memamerkan produk, tetapi juga menunjukkan proses pembuatan batik, tenun, hingga produk makanan sehingga memberikan pengalaman langsung kepada peserta dari berbagai negara,” ujarnya.

Peringatan Harkopnas ke-79 di Lamongan menjadi bukti bahwa koperasi tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi rakyat, tetapi juga mampu menjadi jembatan promosi potensi daerah melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku UMKM, dan komunitas internasional. Dengan semangat tersebut, Lamongan berupaya memperkuat daya saing koperasi sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal.

Wartawan: Mokhammad Arianda Bakhtiar, Editor: P Bayu S