News  

Duduk di Kursi Roda, Hotman Paris Sampaikan Mundur sebagai Pengacara Jampidsus Febrie

Kuasa hukum tersangka kasus dugaan korupsi eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris Hutapea (tengah) menyampaikan keterangan kepada wartawan tengah duduk di kursi roda, Kamis (23/7/2026).
Kuasa hukum tersangka kasus dugaan korupsi eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris Hutapea (tengah) menyampaikan keterangan kepada wartawan tengah duduk di kursi roda, Kamis (23/7/2026).

NOWTOOLINE, JAKARTA — Langkah pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menangani kasus krusial mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah resmi terhenti di tengah jalan. Tanpa panggung mewah khasnya, Hotman menyampaikan pengunduran dirinya dari atas kursi roda akibat krisis kesehatan yang mengancam fisiknya.

Drama pengunduran diri tersebut diumumkan langsung oleh Hotman dalam konferensi pers yang digelar di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, Kamis (23/07/2026).

“Atas pertimbangan kesehatan itulah, sudah dari dua hari lalu saya kasih tahu ke klien saya yang sekarang jadi mantan, Febrie Jampidsus, bahwa saya mengundurkan diri,” ujar Hotman di hadapan awak media.

Abaikan Larangan Dokter demi Perkara
Sikap ‘bandel’ sang advokat disinyalir menjadi pemicu utama memburuknya kondisi fisiknya. Hotman mengungkapkan, dirinya sempat menjalani operasi saraf terjepit di Hospital Novena, Singapura, pada 9 Juli 2026. Meski dianjurkan menjalani rawat inap selama empat malam dan istirahat total selama dua pekan, Hotman justru nekat menerobos instruksi medis.

Baru dua malam dirawat, ia nekat keluar dari rumah sakit dan memilih menginap di Hotel Hilton Singapura demi terus mengawal kasus hukum yang tengah membelit Febrie.

“Menurut dokter di sana, dua minggu enggak boleh kerja. Anda tahu kan saya kerja dua minggu ini penanganan kasusnya seperti apa. Akhirnya makin parah,” tutur Hotman.

Aksi nekat tersebut berbuntut panjang. Kondisi sarafnya yang menjalar hingga ke bagian kaki kini terancam mengalami kelumpuhan permanen jika tidak segera ditangani secara serius.

“Aku sangat khawatir, katanya kalau takut jadi lumpuh. Karena selama dua bulan kan saraf gua itu ke kaki. Kalau sarafnya ada apa-apa, kan kakinya entar enggak bisa ‘nendang’ lawan,” katanya.

Febrie Sempat Meminta Bertahan

Keputusan Hotman mundur sebenarnya sempat dihalangi oleh Febrie. Menurut Hotman, mantan pejabat kejaksaan itu sempat meminta dirinya untuk bertahan beberapa hari lagi untuk mendampingi proses hukum.

Namun, ancaman kesehatan membuat Hotman tak punya pilihan lain selain bersikap tegas.

“Sudah ngomong dari dua hari lalu, tapi beliau mengimbau kalau bisa beberapa hari lagi. Tapi kalau otak saya terus mikir dan badan begini, aku takut makin parah,” ucapnya. Pada akhirnya, Febrie dapat memaklumi keputusan tersebut mengingat hubungan keduanya yang juga merupakan sahabat dekat.

Saat ini, Hotman berada di bawah pengawasan ketat Dr. Penny di RS Medistra. Ia dijadwalkan terbang kembali ke Singapura pada Jumat subuh, 24 Juli 2026, untuk menjalani perawatan lanjutan.

“Besok subuh saya mau ke Singapura naik pesawat. Kalau mau ketemu lagi di bandara pukul 05.30 WIB, cari gua di Terminal 3 Gate 1. Mudah-mudahan gua enggak disuruh opname lagi,” pungkasnya.

Wartawan: Mokhammad Arianda Bakhtiar, Editor: P Bayu S