NOWTOOLINE, LAMONGAN – Polisi mengungkap identitas perempuan yang ditemukan tergeletak di pinggir Jalan Raya KaranggenengโMaduran, Desa Bantengputih, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan. Korban yang diduga mengalami kecelakaan lalu lintas itu sempat tidak membawa identitas hingga akhirnya dikenali keluarga pada Minggu (13/9/2026) malam setelah petugas melakukan identifikasi dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.
Seorang perempuan ditemukan tergeletak di pinggir Jalan Raya jurusan KaranggenengโMaduran, tepatnya di Desa Bantengputih, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Perempuan tersebut diduga merupakan korban kecelakaan lalu lintas. Saat ditemukan, korban mengalami luka pada bagian kepala dan kaki sebelum kemudian dibawa ke RSU Muhammadiyah Babat untuk mendapatkan penanganan dan proses identifikasi.
Kasihumas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid, S.Pd., membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi kemudian melakukan serangkaian langkah untuk memastikan identitas korban sekaligus menindaklanjuti lokasi ditemukannya korban.
“Menindaklanjuti laporan dari pihak rumah sakit, petugas kami dari Unit Gakkum Satlantas Polres Lamongan segera mendatangi RSU Muhammadiyah Babat untuk melakukan pemeriksaan dan identifikasi jenazah korban,” kata Hamzaid.
Setelah mendatangi rumah sakit, personel Unit Gakkum Satlantas Polres Lamongan bersama Personel Polsek Karanggeneng juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Langkah tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai lokasi ditemukannya korban dan membantu proses penanganan peristiwa.
Korban Tak Membawa Identitas
Dalam proses awal pemeriksaan, korban diketahui tidak membawa identitas. Kondisi tersebut membuat petugas perlu melakukan upaya tambahan untuk mengetahui siapa korban dan menemukan pihak keluarga.
Petugas juga mengamankan barang-barang yang diduga berkaitan dengan kejadian. Barang tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan lebih lanjut untuk membantu proses identifikasi dan penanganan perkara.
“Berbagai upaya dilakukan petugas untuk mengetahui identitas korban, termasuk menyebarluaskan informasi melalui jaringan komunikasi dan berkoordinasi dengan perangkat desa sekitar,” ujar Hamzaid.
Koordinasi dengan lingkungan sekitar menjadi salah satu langkah yang ditempuh polisi. Informasi mengenai penemuan korban kemudian diteruskan melalui jaringan komunikasi dan perangkat desa sehingga dapat menjangkau masyarakat yang mungkin mengenali korban.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada Minggu malam. Sekitar pukul 20.00 WIB, keluarga datang ke RSU Muhammadiyah Babat setelah memperoleh informasi mengenai penemuan korban.
Keluarga kemudian membenarkan bahwa perempuan tersebut merupakan Suk (65), warga Desa Pangean, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan. Dengan adanya kepastian dari pihak keluarga, proses identifikasi terhadap korban dapat dituntaskan.
Keluarga selanjutnya menerima jenazah beserta barang-barang milik korban. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Polisi Lakukan Penanganan Sesuai Prosedur
Peristiwa ini menunjukkan pentingnya proses identifikasi ketika korban kecelakaan tidak membawa dokumen identitas. Dalam kondisi seperti itu, kepolisian membutuhkan informasi dari rumah sakit, pemeriksaan barang yang ditemukan, keterangan lingkungan sekitar, hingga konfirmasi keluarga.
Dari bahan informasi yang tersedia, korban disebut diduga merupakan korban kecelakaan lalu lintas. Belum terdapat informasi mengenai kendaraan yang terlibat maupun pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut, sehingga informasi tersebut perlu menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan kepolisian.
Karena itu, pemberitaan mengenai peristiwa ini perlu membedakan antara fakta yang telah dikonfirmasi dengan dugaan yang masih dalam proses penanganan. Hal tersebut penting untuk menjaga akurasi informasi sekaligus memastikan tidak ada pihak yang dirugikan oleh kesimpulan yang belum terverifikasi.
Kasihumas Polres Lamongan juga mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor kepada kepolisian terdekat. Laporan tersebut dapat membantu petugas melakukan pencarian dan pencocokan informasi apabila ditemukan seseorang yang belum diketahui identitasnya.
“Kami akan terus memberikan pelayanan dan membantu masyarakat dalam setiap situasi yang membutuhkan kehadiran Polri. Masyarakat juga dapat menghubungi Call Center 110 untuk mendapatkan bantuan kepolisian,” imbaunya.
Pentingnya Respons Cepat dan Informasi Masyarakat
Penemuan korban tanpa identitas membutuhkan penanganan yang cepat dan terkoordinasi. Dalam kasus ini, informasi dari rumah sakit ditindaklanjuti petugas dengan pemeriksaan, identifikasi, olah TKP, serta koordinasi dengan perangkat desa dan jaringan komunikasi masyarakat.
Respons tersebut turut membantu mempertemukan informasi mengenai korban dengan pihak keluarga pada hari yang sama. Bagi keluarga, kepastian identitas menjadi hal penting untuk memastikan proses penyerahan dan pemakaman dapat dilakukan.
Di sisi lain, aspek keselamatan lalu lintas tetap menjadi perhatian setelah adanya dugaan kecelakaan di jalur KaranggenengโMaduran. Masyarakat pengguna jalan diharapkan selalu berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, dan segera melaporkan kejadian darurat kepada petugas.
Ke depan, koordinasi antara kepolisian, fasilitas kesehatan, perangkat desa, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan kejadian serupa. Selain membantu proses identifikasi korban, kolaborasi tersebut juga dapat mempercepat penyampaian informasi yang akurat kepada keluarga.
Kasus perempuan yang ditemukan di Jalan Raya KaranggenengโMaduran ini akhirnya menemukan titik terang setelah keluarga datang dan memastikan identitas korban. Penanganan selanjutnya tetap menjadi kewenangan aparat sesuai hasil pemeriksaan dan penyelidikan terhadap dugaan kecelakaan lalu lintas tersebut.
Wartawan: P Joce H, Editor: M Ilham Firnanda






