News  

Festival Bakar Ikan Nusantara, DPC PDI Lamongan Bancakan Ikan Bakar Berpiring Daun Pisang

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lamongan, Reso Supranoto bersama sejumlah pengurus saat makan ikan bakar di kantor, Sabtu (25/6/2022), Foto : Arianda)

NOWTOOLINE, LAMONGAN – DPC PDI Perjuangan Lamongan turut berpartisipasi meramaikan Festival Bakar Ikan Nusantara yang digelar serentak oleh kepengurusan PDI perjuangan se-Indonesia, Sabtu (25/6/2022).

Acara dilaksanakan di kantor DPC Lamongan diikuti pengurus DPC, 27 PAC se-kabupaten dan perwakilan Pengurus Ranting.

Kuliner yang disajikan DPC PDI Perjuangan Lamongan yakni ikan bakar jenis perairan darat atau tawar maupun ikan laut. Sajian dilengkapi dengan sambal tomat dan sambal kecap, serta lalapan timun, kacang panjang, dan sawi air.

Hidangan makin istimewa lantaran disantap dengan menggunakan piring dari daun pisang yang menebarkan aroma segar.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lamongan, Reso Supranoto mengatakan, agenda ini merupakan refleksi Bulan Bung Karno dengan sajian kuliner nusantara dari buku kuliner warisan Bung Karno ”Mustika Rasa”.

Reso mengungkapkan, festival ini juga untuk menyampaikan pesan bahwa Indonesia memiliki beraneka ragam makanan kuliner yang tidak hanya menggoyangkan lidah saja, tapi juga menyehatkan tubuh.

“Kita semua tahu, kuliner di Indonesia tidak sekadar enak di lidah, tapi juga menyehatkan tubuh penikmatnya. Karena kuliner kita terbuat dari rempah-rempah yang bisa berdampak baik bagi kesehatan,” kata Reso.

Reso menyampaikan, makan bareng menggunakan alas daun pisang secara utuh merupakan konsep kebersamaan dalam kesederhaan.

Menurutnya, kebersamaan bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui makan bareng meski tanpa kesan mewah.

“Ini kan model bancakan. Makannya juga berdekatan satu sama yang lain tanpa berebut makanan. Jadi mereka tidak hanya sekedar kenyang saja yang dirasakan, tapi juga kesolidan,” ucapnya.

Makan menggunakan alas daun pisang, diakui Reso, merupakan satu tradisi PDI Perjuangan.

“Kita ingin mentasbihkan diri bahwa PDI Perjuangan adalah partainya wong cilik,” ujarnya.

Kegiatan seperti ini, lanjut Reso, penting untuk diselenggarakan. Agar makanan dengan kultur daerah bisa menjadi alternatif makanan pokok.

“Karena setiap daerah yang ada di Indonesia pasti ada makanan pokok pengganti makanan nasi. Termasuk di Lamongan ada sorgum dan jagung,” tuturnya.

Sementara itu, secara virtual Ketua DPP PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPR RI Dr (HC) Puan Maharani SSos mengungkapkan, Festival Bakar Ikan Nusantara merupakan refleksi Bulan Bung Karno.

“Antusias makan bareng di Bulan Bung Karno ini merupakan salah satu gerakan bersama PDI Perjuangan untuk bisa turun bersama rakyat. Serta menghadirkan ketahanan pangan secara Bhinneka Tunggal Ika melalui sajian kuliner nusantara,” kata Mbak Puan.

Mbak Puan mengemukakan, ketahanan pangan dan kedaulatan pangan itu penting. Diungkapkannya, saat perang Rusia dan Ukraina negara-negara banyak sekali yang kekurangan pangan.

Bahkan, menurut cucu Proklamator Ir Soekarno, ada beberapa negara yang tidak mau mengeluarkan (ekspor) bahan pangan hanya untuk disimpan bagi negaranya sendiri.

“Nah, melalui Festival Bakar Ikan Nusantara ini, harapan kita bisa tetap sehat dengan makan ikan. Sehingga tetap bisa kerja semangat dan solid. Apalagi sebentar lagi mau menuju tahun politik, semuanya pasti harus turun ke bawah mau ketemu rakyat,” Mbak Puan.