banner 728x250

Kabupaten Lamongan Bisa Jadi Locomotor Kebangkitan Ekonomi Jatim dan Nasional

  • Bagikan
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kretaif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno saat saat Cangkruk Bareng Yak Menteri secara virtual bersama Bupati Yuhronur Efendi dan sejumlah pelaku ekonomi kreatif di Lamongan, (Foto : Dokumen for NOWTOOLINE)

NOWTOOLINE, LAMONGAN – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kretaif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno mengharapkan kebangkitan ekonomi Lamongan bisa menjadi locomotor kebangkitan ekonomi Jawa Timur (Jatim) dan Nasional. Karena menurutnya, wisata di Kabupaten Lamongan memiliki paket lengkap.

“Saya optimis perekonomian Lamongan bangkit. Karena wisata di Lamongan memiliki paket lengkap ada wisata alam, wisata budaya dan wisata religi. Ditambah dengan pelaku-pelaku ekonomi kreatif di Lamongan mampu bertahan dan berinovasi dikala pandemi seperti ini,” kata Sandiaga Salahudin Uno saat Cangkruk Bareng Yak Menteri secara virtual, Minggu (06/06/2021).

banner 468x60

Sandiaga menyampaikan akan memfasilitasi kebangkitan produktif ekonomi kreatif UMKM di Lamongan dengan dukungan sumber daya untuk co working space dan fasilitasi rencana pengembangan nautical, sport dan heritage tourism. Dengan syarat, kata Sandiaga, produk lokal harus diangkat dan bersanding dengan pariwisata.

“Tingkatkan sumber daya dengan upscaling dan recycling. Fokus wisata nusantara, lokasi tenggelamnya Van Der WIjk bisa menarik wisata dalam negeri bahkan luar negeri. Untuk produk UMKM Lamongan ada Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) itu bisa dimanfaatkan. Sehingga nanti bisa tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu,” tuturnya.

Sandiaga Uno juga menekankan agar segera ditindak lanjuti, gerak cepat (gercep), gerak bersama (geber) dan gerak sampai total (gaspol), berkualitas dan berkelanjutan.

“Untuk memacu desa wisata demi membangkitkan perekonomian tanah air. Kami sarankan desa-desa wisata di Lamongan segera mendaftarkan pada Anugerah Desa Wisata Indonesia Tahun 2021 di www.jadesta.com,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Yuhronur Efendi mengungkapkan telah melakukan beberapa terobosan guna memulihkan kembali ekonomi Lamongan yang selama pandemi pertumbuhannya terkontraksi menjadi minus 2,65% dari sebelumnya 5,44% di tahun 2019.

“Melalui gerakan Ayo Beli Produk Lamongan, 16 produk UMKM kita lolos kurasi sehingga bisa masuk ke gerai ritel modern. Kita juga melakukan misi dagang dengan membuka akses pemasaran dan membuat marketplace yang sudah diakui oleh Bank Indonesia berupa Pasar Online Lamongan (POL) dan Lapak Lamongan (Lala),” aku Yuhronur Efendi.

Tak hanya itu, dalam Cangkruk Bareng Yak Menteri yang dihadiri oleh Ketua Umum OK OCE Ina Makmur Jawa Timur Joko Dwi Tanto, Ketua PKPRI Lamongan Siswo dan pelaku ekonomi keratif lainnya, Pak Yes sapaan Yuhronur Efendi juga menungkapkan, sejumlah terobosan di bidang pariwisata.

“Taman Mahoni Kendalifornia (Kendal For Indonesia) di tepian sungai Bengawan Solo, Nautical Tourism berupa Pantai Kutang, Wisata Bahari Lamongan (WBL), Maharani Zoo dan Goa, lokasi tenggelamnya Van Der Wijk, serta Tanjung Kodok Beach Resort, dan Sport Tourism di Desa Tlemang Kecamatan Ngimbang dan Heritage Tourism di Desa Sendangrejo Kecamatan Ngimbang,” ucap Pak Yes berharap sejumlah wisata tersebut terwujudnya kebangkitan ekonomi di Kabupaten Lamongan sehingga bisa menjadi locomotor Jawa Timur (Jatim) dan Nasional. (*)

banner 468x60
  • Bagikan