Daerah  

Manajemen Persela Lamongan Dituntut L.A Mania

Supporter L.A Mania saat melakukan aksi demo dan menyampaikan enam tuntutan mulai dari Jalan Lamongrejo sampai depan Pendopo Lokatantra, Rabu (1/12/2021), Foto : Aksara Kalijaga/nowtooline)

NOWTOOLINE, LAMONGAN – Supporter L.A Mania tidak menuntut person, pemain maupun pelatih tapi manajemen Persela untuk lebih professional. Supporter dari laskar Joko Tingkir ini sangat berharap Persela Lamongan tetap eksis berada di Liga I 2021-2022.

Tuntutan L.A Mania tersebut diantaranya, evaluasi kinerja manajemen, transparansi manajemen, sinergitas manajemen dan L.A Mania dan sikap Persela Lamongan terhadap mafia bola.

Selain itu juga pertanggungjawaban manajemen dalam perekrutan pemain serta mempertahankan pemain dan penyegaran kepengurusan manajemen Persela Lamongan.

“Enam tuntutan kami (L.A Mania) disetujui semua. Mereka berjanji akan mengevaluasi kinerjanya. Kami harap manajemen Persela Lamongan, jangan hanya saat butuh saja,” ujar Ketua Umum L.A Mania Sapta Nugraha usai aksi demo di depan Pendopo Lokatantra, Rabu (1/12/2021).

Diungkapkan Nugraha, kenapa manajemen Persela Lamongan perlu dilakukan evaluasi. Karena, menurutnya, jumlah manajemen terlalu banyak namun kinerja yang dihasilkan nihil.

“Manajemen itu bukan perseorangan, jumlahnya kan banyak kenapa kinerjanya nol. Makanya ini perlu dievaluasi, mana-mana yang tidak bekerja. Nah, ini sangat disayangkan jika hanya ikut nunut saja,” ucapnya.

Meski demikian dalam pandangan L.A Mania, Nugraha menilai, manajemen Persela Lamongan sudah bagus namun kurang adanya keterbukaan dengan pihak supporter.

“Ke depan kami berharap ada keterbukaan kinerja manajemen dan sebagainya. Sebagai supporter, kami akan tetap memberikan semangat kepada pemain. Andaikata nanti tidak menang itu sudah nasib,” katanya.

Sementara itu, Manajer Persela Lamongan Edy Yunan Achmadi mengapresiasi enam tuntutan yang disampaikan L.A Mania. Karena, menurut Yunan, tuntutan tersebut bertujuan mulia yang ingin Persela tetap eksis dan selalu menampilkan menampilkan permainan yang lebih dan bisa menang.

“Tentunya tuntutan mereka bertujuan mulia. Semua masyarakat Lamongan juga tidak pingin Persela Lamongan namanya tidak eksis. Tapi semua pihak pingin Persela Lamongan selalu tampil baik dan menang dalam setiap pertandingan,” ujar Yunan.

Yunan menilai, munculnya aksi demo dari L.A Mania tersebut akibat kekalahan secara beruntun yang dialami Persela Lamongan pada 4 kali pertandingan. “Mudah-mudahan aksi ini bisa menggugah Tim Persla Lamongan untuk bisa bangkit dan memenangkan di setiap pertandingan berikutnya,” ucapnya.

Dalam aksi demo tersebut tersebut, Yunan mengaku, L.A Mania juga menuntut kinerja manajemen dan adanya sinergitas antara manajemen dengan supporter agar tetap terjalin sehingga Persela bisa bangkit di hati semuanya.

“Evaluasi ini memang perlu dilakukan terhadap manajemen Persela Lamongan. Pemain harus tetap berjalan. Saya yakin aksi ini punya tujuan untuk kebaikan Persela Lamongan. Kalau tuntutan pertandingan harus menang kita juga akan tetap memberikan motivasi dan semangat kepada pemain agar bisa meraih kemenangan,” tutur Yunan Manajer Persela usai menerima aksi demo L.A Mania.