Puncak HSN 2021, OPOP Diharapkan Mampu Berdayakan Masyarakat

  • Bagikan
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat membuka pameran OPOP di halaman Guest House dan Pendopo Lokatantra, Minggu (24/10/2021), Foto : Prokopim Lamongan for nowtooline)

NOWTOOLINE, LAMONGAN – OPOP (One Pesantren One Product) diharapkan mampu memberdayakan masyarakat berbasis pondok pesantren melalui pemberdayaan santri (santripreneur), pesantren (pesantrenpreneur), dan alumni pondok pesantren (sosiopreneur).

OPOP merupakan program Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam rangka membangun kemandirian ekonomi dengan menciptakan lapangan usaha sendiri di kabupaten Lamongan.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi pada puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2021 berbalut Maulid Nabi Muhammad SAW dan Workshop OPOP hingga wisuda tahfidz di Pendopo Lokatantra secara virtual live, Minggu (24/10/2021).

“Workshop OPOP ini sebagai wadah untuk memasarkan produk-produk Pesantren pada masyarakat umum agar nantinya bisa bersaing dengan produk-produk industri yang berskala besar,” kata Pak Yes.

Pak Yes juga menyampaikan pesan dari Ketua MUI Kabupaten Lamongan KH. Abdul Aziz Khoiri bahwa sebagai santri agar terus Istiqomah tidak terbatas usia.

“Terus istiqomah sebagai santri artinya memiliki sikap dan sifta untuk terus belajar, untuk terus tawadhu kepada para kyai dan para alim ulama,” ucap Pak Yes.

Kiai Azis juga menyampaikan kepada Pak Yes bahwa akromin Santri berasal dari kata S yang yang memiliki arti Salamah untuk menjaga keselamatan di dunia dan di akhirat, A yang berarti Amanah, N yang artinya Nia’aya (serba bisa dalam segala hal), T yakni Ta’at kepada Allah dan rasul-Nya, R untuk Rahmatan lil alamin, dan I untuk Istiqomah.

“Mudah-mudahan hari santri ini menjadi momentum yang sangat kuat untuk kita terus menjadi insan yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang selalu sukses dalam menjalankan kehidupan di dunia dan di akhirat,” tutur Pak Yes.

Sementara itu Ketua Panitia Hari Santri Nasional (HSN) 2021 Kabupaten Lamongan, Fausi mengatakan puncak peringatan HSN dimulai dengan kegiatan workshop OPOP yang diikuti 50 peserta dari santri, pesantren, maupun alumni pondok pesantren.

“Dalam Workshop tersebut para peserta menunjukan produknya masing-masing diantaranya songkok, tas, bordir, ice cream, dan olahan jamur,” kata Fausi.

Selain Workshop, Fausi yang juga Kepala Kementerian Agama Lamongan mengungkapkan, juga diisi dengan kegiatan lomba baca kitab hadits, lomba pidato, lomba Mars Hari Santri Nasional, upacara peringatan Hari Santri secara virtual yang juga diikuti di pesantren masing-masing.

“Pameran OPOP diikuti 22 Pondok Pesantren dan 20 UMKM Lamongan. Kemudian dilanjutkan wisuda tahfidz Gerakan Lamongan Menghafal yang diikuti  oleh 1586 wisudawan dari tingkat SD/MI dan SMP/MTS secara virtual,” ujar Fausi, Ketua HSN 2021 Kabupaten Lamongan.

  • Bagikan