NOWTOOLINE, LAMONGAN – Reses di Dapil (Daerah Pemilihan) III Lamongan menjadi momentum penting untuk menyerap kebutuhan riil masyarakat, mulai dari percepatan pembangunan infrastruktur, normalisasi sungai sebagai upaya pengendalian banjir, hingga langkah antisipatif menghadapi ancaman fenomena ‘El Nino Godzila’ yang diperkirakan berdampak pada sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Reses Tahap II yang digelar Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lamongan, Erna Sujarwati, S.Pd., M.Sos., di Kecamatan Kedungpring. Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara masyarakat dengan wakil rakyat untuk memastikan setiap persoalan yang dihadapi warga dapat diperjuangkan dalam kebijakan pembangunan daerah.
Beragam aspirasi disampaikan masyarakat. Tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, warga juga menyoroti pentingnya perlindungan sosial, layanan kesehatan, hingga kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim yang diprediksi membawa dampak cukup besar bagi kehidupan masyarakat pedesaan.
Infrastruktur dan Normalisasi Sungai Jadi Harapan Warga
Persoalan infrastruktur masih menjadi kebutuhan utama masyarakat. Warga meminta percepatan perbaikan jalan penghubung antara Desa Kedungpring, Desa Mlati, dan Desa Tenggerejo yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat.
Salah seorang warga, Mardiyanto, mengatakan kondisi jalan yang rusak telah lama dikeluhkan masyarakat karena menghambat mobilitas sehari-hari.
“Perbaikan jalan penghubung antar-desa harus segera diselesaikan, karena akses jalan penghubung itu merupakan sarana utama masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas,” ujarnya, Minggu (5/7/2026).
Menurut warga, saat musim hujan jalan berubah menjadi kubangan lumpur sehingga menyulitkan kendaraan melintas. Sebaliknya pada musim kemarau, debu beterbangan dan mengganggu kesehatan, terutama bagi pelajar yang setiap hari menggunakan akses tersebut.

Selain jalan, persoalan banjir musiman juga menjadi perhatian serius. Perwakilan PAC PDI Perjuangan Kedungpring, Muhadi, meminta pemerintah segera melakukan pengerukan embung serta normalisasi Kali Keradenanrejo dan Kali Sidomlangean yang merupakan saluran pembuang Waduk Sentir dan Waduk Prijetan.
“Kedua sungai tersebut merupakan saluran pembuang dari Waduk Sentir dan Waduk Prijetan. Normalisasi adalah harga mati jika ingin mengatasi banjir tahunan di wilayah ini,” tegas Muhadi.
Tak hanya itu, masyarakat juga mengusulkan pengaktifan kembali kepesertaan BPJS JKN, penambahan anggaran BPJS PBID dan Program Laserku, serta penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran bagi warga kategori Desil 1 hingga Desil 5 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Antisipasi ‘El Nino Godzila’, Gotong Royong Harus Dimulai Sejak Dini
Dalam kesempatan tersebut, Erna Sujarwati mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman fenomena ‘El Nino Godzila’ yang diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang, berkurangnya ketersediaan air bersih, hingga berpotensi mengganggu produksi pangan masyarakat.
Menurutnya, mitigasi tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat melalui semangat gotong royong.
Langkah tersebut sejalan dengan Surat Instruksi DPP PDI Perjuangan Nomor 1110/IN/DPP/2026 tentang kesiapsiagaan menghadapi dampak cuaca ekstrem.
Erna meminta seluruh pengurus ranting dan anak ranting PDI Perjuangan bergerak aktif mendampingi masyarakat, menjadi penghubung aspirasi warga, sekaligus mengawal agar berbagai program pemerintah dapat diterima secara adil.
“Pengurus Ranting dan Anak Ranting adalah garda terdepan gerakan politik kerakyatan. Mereka fondasi di tingkat akar rumput yang bersentuhan langsung dengan nadi kehidupan masyarakat,” kata Erna.
Ia juga menegaskan bahwa semangat gotong royong harus terus diperkuat sebagai modal sosial dalam menghadapi ancaman kekeringan sekaligus menjaga produktivitas sektor pertanian.
“Kader harus hadir. Semangat gotong royong harus digerakkan hari ini juga untuk membantu warga mitigasi kekeringan dan mengamankan produksi pangan kita,” ujarnya.
Seluruh Aspirasi Siap Diperjuangkan di DPRD
Menutup kegiatan reses, Erna memastikan seluruh usulan masyarakat Kecamatan Kedungpring telah dihimpun dan akan dibawa dalam pembahasan di DPRD Kabupaten Lamongan.
Ia menegaskan Fraksi PDI Perjuangan berkomitmen mengawal agar berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, pengendalian banjir, pelayanan kesehatan, perlindungan sosial, serta penguatan ketahanan pangan dapat masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah.
“Reses ini adalah ruang bagi masyarakat untuk menaruh harapan. Aspirasi yang kami terima hari ini bukan untuk ditumpuk, melainkan diperjuangkan agar direalisasikan secara konkret oleh pemerintah daerah,” pungkas Erna.






