Muralis Surabaya Sabet Juara I Festival Mural Bulan Bung Karno 2026 di Lamongan, Kantor DPC Bagai Galeri Seni Nasionalisme

Tim Jejak Sang Fajar usai menerima hadiah sebagai Juara I pada Festival Mural Bulan Bung Karno 2026 di DPC PDI Perjuangan Lamongan, Minggu (28/6/2026), Foto : Firnanda)

NOWTOOLINE, ​LAMONGAN – Goresan kuas sarat makna bertajuk “Api Perjuangan Lintas Zaman” sukses mengantarkan tim seniman asal Kota Surabaya, Jejak Sang Fajar, menyabet trofi Juara I dalam ajang Festival Mural Bulan Bung Karno 2026.

​Kompetisi visual bergengsi yang melibatan 18 tim tangguh dari wilayah Gerbangkertasusila Plus dan Pantura ini berhasil menyulap markas Markas Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Lamongan menjadi galeri seni publik yang penuh dengan atmosfer nasionalisme.

​Karya tim Jejak Sang Fajar yang dikomandoi oleh Andreanus Gunawan dinilai paling ekspresif oleh dewan juri dalam menerjemahkan ideologi Trisakti dan Marhaenisme ke dalam visual kontemporer yang estetik serta mudah dipahami oleh generasi muda. Atas pencapaian tersebut, mereka berhak membawa pulang trofi utama setelah meraih poin tertinggi sebesar 282 poin.

​Hendy Prayoga, salah satu anggota dewan juri, menjelaskan bahwa penilaian dilakukan secara ketat dengan menitikberatkan pada empat indikator utama.

​”Kriteria penilaian meliputi Kesesuaian Tema sebesar 30 persen, Orisinalitas Gagasan 25 persen, Teknik dan Komposisi Visual 25 persen, serta Penyampaian Pesan sebesar 20 persen,” ujar Hendy saat mengumumkan pemenang, di Lamongan, Minggu (28/6/2026).

​Berdasarkan keputusan dewan juri yang juga beranggotakan Kanya Catnya dan Didik Nurhadi, posisi Juara II diraih oleh Tim Mural Literasi (238 poin), diikuti oleh Tim Sarirogo sebagai Juara III (230 poin). Sementara itu, Juara Harapan I diraih oleh Tim Ujik Sang Juara dan Juara Harapan II diraih oleh Tim Satu Jiwa. Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas, seluruh tim peserta tetap mendapatkan hadiah pembinaan dan hiburan dari panitia.

Jembatan Nilai Founding Father

​Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Didik Nurhadi, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada DPC PDI Perjuangan Lamongan dan seluruh seniman yang telah mengaktualisasikan ide-ide kebangsaan sejak pagi hingga malam hari. Menurutnya, antusiasme ini membuktikan bahwa pemikiran Bung Karno tetap menjadi sumber inspirasi yang tidak pernah kering.

​Didik mengingatkan bahwa di tengah tantangan zaman yang dinamis, kebudayaan dan kesenian memiliki peran yang sangat strategis.

​”Peran budayawan dan seniman harus bisa menjadi jembatan yang menghubungkan nilai-nilai luhur dari founding father atau pendiri bangsa kepada masyarakat saat ini,” kata Didik.

Adaptasi Komunikasi Visual Generasi Z

​Menariknya, seluruh mahakarya mural yang telah menghiasi dinding kantor DPC PDI Perjuangan Lamongan ini dipastikan bersifat permanen dan tidak akan dicat ulang ke warna dasar. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam merawat ruang seni dan menyediakan wadah ekspresi nyata bagi generasi muda.

​Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, memandang langkah ini sebagai bentuk adaptasi komunikasi yang sangat positif terhadap perilaku Generasi Z (Gen Z). Menurut pria yang akrab disapa Mas Wabup Dirham ini, cara berkomunikasi anak muda zaman sekarang telah bergeser dari model konvensional lisan menuju pendekatan audio visual.

​”Melalui bentuk mural ini, media atau platformnya boleh berubah dan beradaptasi, tetapi konten pesannya tetap sama. Ini cara kita menyampaikan pesan sejarah dan kebangsaan supaya melekat di hati pemuda Indonesia,” tutur Mas Dirham.

​Ia menambahkan, selain festival mural, rangkaian peringatan Bulan Bung Karno di Lamongan juga dimeriahkan dengan lomba video berbasis Artificial Intelligence (AI). Hal ini menegaskan komitmen daerah dalam memberikan kebebasan ruang eksplorasi teknologi, tanpa kehilangan esensi nilai perjuangan.

​”Semangat nilai-nilai perjuangan Bung Karno tidak akan pernah padam, salah satunya di rumah kita semua, kantor DPC PDI Perjuangan Lamongan ini,” imbuhnya.

Mengagumi Pemikiran Lewat Karya

​Di sisi lain, Ketua Tim Jejak Sang Fajar, Andreanus Gunawan, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas kepercayaan dewan juri. Ia menceritakan bahwa ketertarikannya mengikuti kompetisi ini didasari oleh kekagumannya terhadap pemikiran dan karisma Bung Karno.

​Meskipun bertempat tinggal di Surabaya dan kerap melukis tokoh bangsa di atas kanvas galeri konvensional, Andreanus menilai tema yang diusung dalam festival ini yakni Merdeka, Berdikari, Gotong Royong, Indonesia Raya, sangat relevan untuk direfleksikan saat ini.

​”Generasi muda sekarang sudah sepatutnya mempelajari semangat api perjuangan Bung Karno untuk kemudian diimplementasikan di masa kini dan masa depan. Kami berharap karya dari seluruh peserta festival ini bisa memberikan pesan visual yang mendalam bagi masyarakat Lamongan,” tutur Andreanus, usai menerima hadiah dan thropy Juara I Festival Mural Bulan Bung Karno 2026.