Daerah  

Serbuan Vaksin di Lamongan Ambyar, Ternyata Ini Penyebabnya

Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana menjelaskan penyebab adanya kerumunan massa saat Serbuan Vaksinasi di Alun-Alun Lamongan, Sabtu (28/8/2021), Foto : Yoyok Eko P/NOWTooline)

NOWTOOLINE, LAMONGAN – Adanya informasi Serbuan Vaskin yang menyebar di media sosial mengakibatkan terjadinya kerumunan massa di Alun-Alun Lamongan. Sehingga peserta yang datang tidak hanya Kabupaten Lamongan saja tapi juga dari kabupaten atau kota lain.

“Undangan vaksinasi ini tersebar melalui media sosial. Inilah yang menjadikan daerah-daerah lain datang kesini. Baik dari Gresik, Surabaya dan Tuban seperti apa yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan,” ujar Kapolres AKBP Miko Indrayana, Sabtu (28/8/2021).

Adanya kondisi ini, apakah Dinas Kesehatan Lamongan telah berkoordinasi dengan pihak Polres Lamongan ? Miko menjawab, bahwa pihaknya hanya membantu penertiban pelaksanaan Serbuan Vaksin. Tapi, menurutnya, ini akan dilakukan peningkatan tracing dan testing dari daerah warga yang datang.

“Seandainya nanti terjadi kluster, akan dilakukan tracing dan testing di masing-masing wilayah tersebut. Dengan data yang ada potensi-potensi yang muncul nantinya mudah untuk diketahui, daerah mana yang nanti muncul,” katanya.

Miko mengakui tidak akan serta merta untuk melakukan tindakan adanya pelanggaran protokol kesehatan (prokes). Karena menurutnya, harus melihat apa yang menjadi penyebabnya.

“Apakah yang bersangkutan melanggar atau tidak. Tapi tentu ini akan kita sampaikan kepada Bapak Bupati dan Dandim Lamongan serta Sekdakab, terkait apa-apa yang nanti akan kita lakukan,” ucap AKBP Miko seraya menegaskan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat untuk mendapatkan vaksin.

Sementara itu, Kepala Dinkes Lamongan dr. Taufik Hidayat menyatakan bahwa pemberitahuan Serbuan Vaskin tersebut dikirimkan ke seluruh Satgas Kecamatan di Kabupaten Lamongan.

“Terbukti yang datang bukan hanya Lamongan saja. Ini yang perlu kita sikapi kedepan. Lalu stok vaksin yang terbatas dimana-mana. Sehingga mereka pastinya akan mengejar meskipun bukan di kotanya sendiri,” kata dr. Taufik.

Disisi lain, Sekdakab Lamongan Moh. Nalikan menyampaikan, permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Lamongan. Menurutnya, kejadian tersebut karena pihak panitia dalam melakukan koordinasi dengan aparat keamanan belum sempurna.

“Kedepannya kita akan berkoordinasi yang lebih intens lagi. Tapi ini sebagai pelajaran sehingga kedepannya bisa koordinasi dengan semua pihak keamanan,” tutur Nalikan.

Ke depan, kata Nalikan, pelaksanaan Serbuan Vaksin tidak akan ditempatkan dalam satu lokasi agar tidak terjadi kerumuman massa. “Ini bisa menjadi pelajaran sehingga tidak terlalu berkerumun seperti tadi,” ucap Nalikan, Sekdakab Lamongan menyikapi adanya kerumunan massa di Alun-Alun Lamongan.