Supplier Bahan Komoditi Program Sembako di Lamongan, Cak Nur : Kalau Diganti Terlalu Ringan

  • Bagikan
Beras (salah satu bahan komoditi Program Sembako) yang diduga tidak layak konsumsi disalurkan ke KPM salah satu wilayah kecamatan di Lamongan, (Foto : Abdul Muntholib)

NOWTOOLINE, LAMONGAN – Supplier yang menjadi pihak ketiga sebagai penyuplai bahan komoditi bantuan sosial Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang saat menjadi Program Sembako di Kabupaten Lamongan harus dilakukan evaluasi bahkan bila sangat dipandang perlu harus diganti.

Pasalnya, bahan-bahan komoditi yang telah disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berupa beras, telur, bawang merah, buah apel dan kacang hijau disejumlah kecamatan di Lamongan disinyalir tak layak di konsumsi.

Kondisi ini menuai kritikan dari Ketua DPC LSM Ilham Nusantara Lamongan Indah AM. Indah mengaku merasa geram dengan banyaknya supplier diduga melakukan perbuatan mencari keuntungan pribadi.

Menurutnya, mereka telah menciderai batin rakyat dan tidak memanusiakan manusia dengan penyaluran bahan komoditi yang diduga tidak layak konsumsi.

“Dari penulusuran dan evaluasi yang kami lakukan beberapa hari terakhir, terkait Program Sembako, kami tegaskan ganti saja semua supplier bahan komoditi di Lamongan,” ujar Indah, Kamis (6/1/2022).

Secara terpisah, Muhammad Nursalim selaku Sekretaris Aliansi LSM Alam Bersatu Kabupaten Lamongan. Cak Nur mengatakan, sebanyak 29 supplier nakal harus ditindak tegas secara hukum.

“Kalau hanya diganti itu terlalu ringan. Mereka harus ditindak secara hukum karena sudah berani memakan hak orang miskin,” tegas Cak Nur.

Disisi lain, Sholikin salah seorang supplier yang mengkoordinir wilayah Kecamatan Modo, Tikung, Paciran, Turi dan Brondong mengaku terkait penyaluran bahan komoditi dari Program Sembako yang tidak layak konsumsi telah ditarik dan diganti dengan yang lebih layak.

“Semua item yang sudah terlanjur tersalurkan atau terdistribusikan sudah saya tarik dan saya ganti dengan yang layak. Semoga masyarakat bisa memahami dan memaafkan kami,” ucap Sholikin selaku supplier bahan komoditi bansos Program Sembako di Lamongan.

  • Bagikan