Daerah  

Tidak Dapat Jatah Vaksinasi, Warga Desa Sukolilo Kecewa

Warga Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, Lamongan bergerombol saat pelaksanaan vaksinasi, Jum'at (13/8/2021), Foto : Yoyok Eko P/NOWTooline)

NOWTOOLINE, LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan (Pemkab Lamongan) semakin intens untuk melaksanakan vaksinasi untuk mencapai herd immunity. Namun hingga tingkat desa di Lamongan, masih saja menuai kekecewaan dari warga karena diduga panitia pelaksana vaksinasi kurang transparan.

Rasa kecewa ini dialami oleh Seto, warga Dusun Sukolilo, Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Ia kecewa karena diduga tidak mendapatkan jatah vaksin.

Padahal pendataan vaksinasi, menurutnya, telah dilakukan oleh panitia dari Pemerintah Desa (Pemdes) Sukolilo di malam sebelumnya.

“Jika malam hari sudah didata oleh panitia (Pemdes) harusnya saat pagi hari daftar penerima vaksin sudah ada,” ujar Seto kepada sejumlah awak media, Jumat (13/8/2021).

Dari pantauan awak media, pihak kesehatan yang bertugas terpaksa meninggalkan lokasi karena banyaknya masyarakat yang diduga tidak mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan bergerombol.

Seto mengungkapkan, terlihatnya masyarakat yang datang berbondong-bondong ke kantor desa untuk memperebutkan jatah vaksin yang diberikan. Sehingga, menurutnya, prokes tidak lagi digubris masyarakat dengan bergerembol.

“Kita sudah patuh pemerintah untuk divaksin. Kalau memang sasaran vaksinnya 200 dosis, harusnya panitia sudah. Kan bisa dibagi per dusun. Jadi kita tidak bergelombol seperti ini,” ucap Seto yang menilai Pemdes Sukolilo diduga tidak terbuka bahkan terkesan mempolitisasi kondisi pandemi Covid-19.

Secara terpisah, Kepala Desa Moch Lasmiran mengaku, tidak mengetahui sosialisasi dan pendataan vaksinasi yang dilaksanakan di desa yang dipimpinnya.

“Ini sudah saya pasarahkan ke Kepala Dusun (Kasun) masing-masing. Ya, memang jatahnya sudah habis,” kata Lasmiran.

Sampai berkhirnya pelaksanaan vaksinasi di Kantor Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, Lamongan beberapa masyarakat yang tidak tervaksin masih bertahan dan bergerombol. Meski mereka merasa kecewa tapi tetap berharap masih ada jatah agar mendapatkan kartu vaksin untuk keperluan pekerjaan. ()