Daerah  

Tujuan Awal BPCB Jatim Dokumentasi Kapal Van Der Wijck

Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur Wicaksono Dwi Nugroho saat pemaparan hasil eksplorasi Oktober 2021 Kapal Van Der Wijck di hadapan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Ruang Command Center, Kamis (21/10/2021), Foto : Prokopim Lamongan for nowtooline)

NOWTOOLINE, LAMONGAN – Kapal Van Der Wijck berada di perairan utara tepatnya di wilayah Brondong Kabupaten Lamongan sudah terlihat. Meskipun sebelumnya untuk menemukannya terbilang sangat sulit. Namun yang terpenting tujuan awal dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur untuk mendokumentasi kapal yang diduga Kapal Van Der Wijck telah tercapai.

Hal ini disampaikan oleh BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho dalam pemaparan hasil eksplorasi Oktober 2021 dihadapan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Ruang Command Center, Kamis (21/10/2021).

“Saat ini yang penting kelihatan wujudnya dulu dan mendokumentasikannya. Begitu kita melihat ada bangkai kapal tersebut senangnya luar biasa. Apalagi informasinya titik tersebut dianggap angker oleh nelayan lokal,” ujar Wicak.

Meski proses identifikasi dan kajian terus berjalan, Wicak meyakini, bahwa bangkai kapal yang tenggelam di perairan laut utara Lamongan tersebut Kapal Van Der Wijck. Menurutnya, itu dibuktikan adanya beberapa temuan seperti tangga dan menara cerobong.

“Secara pribadi, saya sebagai arkeolog menduga kuat itu Kapal Van Der Wijck. Tapi secara ilmiah kita tetap perlu mengumpulkan bukti-bukti yang kuat dan konkrit,” katanya.

Karena keterbatasan kedalaman itu yang diluar kemampuan, Wicak mengatakan, akan berkoordinasi dengan TNI AL dan Polairud agar bisa mengeksplore lebih jauh bangkai kapal tersebut.

“Kalau saat ini kita masih menggunakan kompresor. Kalau nanti bersama TNI AL kan bisa menggunakan tabung yang berisi nitro saat menyelam dan segala macam. Bahkan, nantinya akan menggunakan drone bawah air. Jadi tidak tergantung SDM,” tutur Wicak.

Wicak mengaku, mengunakan beberapa metode yang akan dikerjakan untuk lebih mengidentifikasi kapal tersebut. Dengan bantuan dari TNI AL, ungkapnya, akan merekonstruksi melalui identifikasi dan mencari nomor rangka dari kapal tersebut.

“Yang pasti itu akan menjadi pekerjaan yang panjang sekali. Tapi kita akan mencoba menemu kenali yang gampang dulu yakni bentuk fisik yang kelihatan lebih dulu,” ucap Wicak, BPCB Jatim saat memaparkan hasil eksplorasi kapal yang diduga Kapal Van Der Wijck.