banner 728x250

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Kembali Berikan Bansos Peduli Covid-19 di Lamongan, Kali Ini 27 Kecamatan

  • Bagikan
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyalurkan bantuan sosial dari Yayasan Buddha Tzu Chi kepada warga terdampak Covid-19 di Lamongan, Sabtu (19/06/2021), Foto : Yoyok Eko P)

NOWTOOLINE, LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan (Pemkab Lamongan) kembali menerima bantuan sosial dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk didistribusikan kepada warga yang terdampak Covid-19. Ini merupakan bentuk sinergitas antara Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dengan Pemkab Lamongan, Kodim 0812 dan Polres Lamongan.

Sebelumnya bantuan berupa beras 2 Ton dan masker 4000 buah untuk warga Desa Sidodowo, Kecamatan Modo juga dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Kali ini bantuan sosial tersebut bukan hanya satu desa tapi untuk 27 kecamatan di Kabupaten Lamongan berupa 30.000 ton beras dan 3.000 masker.

banner 468x60

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Irwan Kontoh mengatakan, bantuan kemanusian ini telah dilakukannya di beberapa wilayah Jawa Timur (Jatim) terutama yang terdampak Covid-19 dan warga miskin.

“Kami bersama dengan pengusaha peduli NKRI melakukan seperti ini terutama warga yang terdampak Covid-19,” ungkap Irwan Kontoh, Sabtu (19/06/2021).

Irwan sapaan Irwan Kontoh mengaku, bantuan yang disalurkan berupa paket beras sebanyak 30 ribu ton serta masker sebanyak 3000 biji. “Bantuan ini murni aksi kemanusian yang kami lakukan di beberapa wilayah di Jatim dan berkelanjutan tidak hanya di Lamongan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Yuhronur Efendi mengungkapkan apresiasinya atas kerjasama yang dilakukan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi, Kodim 0812 Lamongan dan Polres Lamongan dalam membantu, memberikan dan menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 di 27 kecamatan.

“Terima kasih kepada semua pihak. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan kepada masyarakat Lamongan ini membawa manfaat yang besar” ujar Yuhronur Efendi.

Pak Yes sapaan akrab Yuhronur Efendi mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Lamongan untuk terus mewaspadai penularan Covid-19. Ia mengingatkan kecenderungan peningkatan penyebaran dan penularan Covid-19 akan terus ada.

“Klaster hajatan merupakan pengingat dan menjadi pembelajaran bagi kita semuanya bahwa Covid-19 ini masih ada. Untuk itu perlunya kewaspadaan kepatuhan terhadap protokol kesehatan agar terus digalakkan. Supaya kita dapat menekan angka kematian dan penyebaran Covid-19 di Lamongan,” ucapnya.

Bersama Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono, Kapolres AKBP Miko Indrayana dan Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Irwan Kontoh, Pak Yes memberangkatkan secara simbolis bantuan sosial berupa 30.000 ton beras dan 3.000 masker.

“Selanjutnya bantuan ini akan didistribusikan oleh Babinsa dan Babinkamtibnas kepada masyarakat terdampak Covid-19 yang membutuhkan di 27 Kecamatan,” aku Bupati Lamongan.

Selain menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak Covid-19, Bupati Yuhronur Efendi bersama Kapolres Lamongan dan Dandim 0812 Lamongan juga turun langsung meninjau salah satu warga yang mendapat bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu)  serta  menyalurkan bansos secara langsung di Kelurahan Tumenggungan dan Kelurahan Sukomulyo Kabupaten Lamongan. ()

banner 468x60
  • Bagikan