News  

Babinsa Kawal Penyaluran Bantuan Pangan untuk 526 KPM di Kecamatan Turi Lamongan

Sebanyak 526 KPM di Desa Kemlagigede, Lamongan, menerima bantuan beras Bulog dengan pendampingan Babinsa dan Bhabinkamtibmas
Sebanyak 526 KPM di Desa Kemlagigede, Lamongan, menerima bantuan beras Bulog dengan pendampingan Babinsa dan Bhabinkamtibmas

NOWTOOLINE, LAMONGAN  — Sebanyak 526 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Kemlagigede, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, menerima bantuan beras dari program bantuan pangan pemerintah, Jumat (18/9/2026). Penyaluran di Gudang KDKMP Kemlagigede tersebut dipantau Babinsa Koramil 0812/03 Turi Sertu Mahendra bersama Bhabinkamtibmas Polsek Turi, petugas Bulog, dan pemerintah desa untuk memastikan proses berlangsung tertib.

Penyaluran bantuan pangan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pendistribusian beras cadangan pemerintah. Pemerintah Desa Kemlagigede menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan di tingkat desa.

Sebanyak 526 KPM tercatat sebagai penerima bantuan beras. Kehadiran aparat kewilayahan dalam kegiatan tersebut ditujukan untuk membantu menjaga ketertiban sekaligus mendampingi proses distribusi agar berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Kegiatan dihadiri Kepala Desa Kemlagigede Suyatno, Babinsa Koramil 0812/03 Turi Sertu Mahendra, Bhabinkamtibmas Polsek Turi Aipda Budi Iswanto, petugas Bulog, perangkat desa, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta warga penerima manfaat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pemerintah desa. Setelah itu, dilakukan pengecekan kelengkapan data administratif warga yang tercatat sebagai penerima bantuan.

Pemeriksaan administrasi tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum bantuan diserahkan kepada warga. Data penerima digunakan sebagai dasar untuk memastikan alokasi bantuan diberikan kepada KPM yang telah tercatat.

Setelah proses administrasi, penyaluran dilanjutkan dengan penimbangan dan penyerahan fisik beras kepada penerima. Sertu Mahendra bersama Bhabinkamtibmas dan petugas Bulog memantau jalannya distribusi di lokasi.

Pengawasan juga dilakukan terhadap alur antrean warga. Kehadiran aparat membantu menjaga situasi tetap tertib sehingga proses pengambilan bantuan dapat berlangsung tanpa desak-desakan.

Sertu Mahendra mengatakan pendampingan Koramil merupakan bagian dari pengawasan kewilayahan terhadap pelaksanaan program bantuan pemerintah.

“Kami dari Koramil 0812/03 Turi bersama Polsek siap mengawal dan memastikan setiap program bantuan pangan pemerintah dapat diterima langsung oleh 526 KPM di Desa Kemlagigede secara utuh, tertib, dan tepat sasaran.”

Menurut Mahendra, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah desa, Bulog, dan unsur masyarakat diperlukan agar pelaksanaan program bantuan pangan dapat berlangsung secara transparan dan akuntabel di tingkat desa.

Dari sisi pemerintah desa, Kepala Desa Kemlagigede Suyatno mengapresiasi pendampingan Babinsa dan Bhabinkamtibmas selama proses penyaluran bantuan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang selalu siap hadir membantu kelancaran kegiatan desa. Berkat sinergi bersama ini, proses Monev dan pembagian bantuan beras kepada 526 warga kami dapat berlangsung aman tanpa kendala.”

Program bantuan pangan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pangan masyarakat penerima manfaat. Di sisi lain, pelaksanaan distribusi tetap membutuhkan ketelitian dalam administrasi dan pendataan agar bantuan yang dialokasikan dapat diterima sesuai daftar penerima.

Pengawasan dan Akuntabilitas

Penyaluran bantuan pangan pemerintah tidak hanya berkaitan dengan proses menyerahkan beras kepada masyarakat. Tahapan verifikasi administrasi, penimbangan, antrean, hingga serah terima merupakan bagian dari proses yang perlu dipantau.

Keterlibatan berbagai unsur di lapangan juga memberikan ruang koordinasi apabila ditemukan persoalan dalam proses distribusi. Namun, berdasarkan bahan yang tersedia, tidak terdapat laporan mengenai kendala atau keluhan penerima selama kegiatan berlangsung.

Aspek tersebut penting karena program bantuan pangan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Ketepatan data penerima, jumlah bantuan, serta kelancaran distribusi menjadi faktor yang menentukan manfaat program di tingkat desa.

Dari sisi penerima, bantuan beras dapat menjadi dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga. Sementara bagi pemerintah dan pelaksana distribusi, kegiatan Monev menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.

Penyaluran di Gudang KDKMP Kemlagigede kemudian ditutup setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai. Berdasarkan bahan yang diberikan, kegiatan berlangsung aman, lancar, dan tertib.

Ke depan, keberlanjutan koordinasi antara pemerintah desa, Bulog, TNI-Polri, serta unsur masyarakat menjadi penting untuk mendukung penyaluran bantuan pangan berikutnya. Dengan pendataan yang akurat dan distribusi yang tertib, bantuan pangan diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang tercatat sebagai penerima.

Wartawan: P Joce H, Editor: M Ilham Firnanda