banner 728x250

Incar 70 Persen Herd Immunity, Lamongan Targetkan Vaksinasi Lansia 60 Persen

  • Bagikan
Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Sidik Wiyono bersama Rektor Unisla Bambang Eko Muljono saat meninjau pelaksanaan Serbuan Vaksinasi bagi kelompok lansia di Kampus Unisla, Rabu (15/9/2021)

NOWTOOLINE, LAMONGAN – Untuk mencapai 70 persen herd immunity di Kabupaten Lamongan dan kumulatif masyarakat yang bisa dan harus segera divaksin terus dikejar Satgas Penanganan Covid-19 sebagai indikator penilaian PPKM Level 1. Salah satunya memenuhi ketercapaian bagi vaksinasi lansia sebesar 60 persen.

Meski Kabupaten Lamongan telah menduduki peringkat tertinggi vaksinasi harian di Jawa Timur yakni sebanyak 30.098 dosis per tanggal 13 September 2021. Kemudian disusul Kota Surabaya 28.423 dosis dan Kabupaten Gresik 24.166 dosis.

banner 468x60

“Itu penambahan indikator bagi PPKM Level 1. Intinya itu harus dicapai, termasuk target 60 persen bagi kelompok lansia. Karena ini rencana Pemkab Lamongan. Jadi saat ini lansia yang kita masifkan vaksinasinya,” ujar Dandim Letkol Inf Sidik Wiyono usai meninjau pelaksanaan Serbuan Vaskinasi di Kampus Unisla, Rabu (15/9/2021).

Sidik meyakini, target vaksinasi harian melebihi 30 ribu melalui skema pembagian zonasi yang saat ini dilaksanakannya. Karena sarana dan SDM, menurutnya, sudah siap semua.

“Karena kita pernah melatih 948 relawan di setiap desa ada untuk sebagai tenaga input data. Jadi asalkan vaksinnya ada, pasti akan segera tersuntikkan,” katanya.

Ketercapaian vaksinasi harian tertinggi di Jawa Timur mengungguli Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik, ungkap Sidik, merupakan bagian dari kerja keras dan kerja sama Dinas Kesehatan, Kodim 0812, Polres dan semua relawan yang ada di Kabupaten Lamongan dalam pelaksanaan vaksinasi.

“Jadi itu bukan kerja satu pihak. Tapi juga seluruhnya termasuk masyarakat. Kalau vaksinnya ada tapi yang divaksin tidak ada. Saya mengucapkan terima kasih atas antusiasme masyarakat Lamongan,” ucapnya.

Untuk menyelamatkan diri, lingkungan dan Lamongan, Sidik berpesan, agar seluruh masyarakat mau dan segera divaksin. Karena kalau sudah divaksin, menurutnya, kemungkinan untuk sakit dan meninggal dunia itu lebih kecil.

“Toh vaksin juga gratis. Tidak usah takut di vaksin. Yakin aman dan halal. Sudah banyak masyarakat Lamongan yang membuktikan. Apalagi saat ini vaksin juga menjadi syarat keperluan administrasi dan bepergian. Yang terpenting Ayo Kita Budayakan Antri dan Tertib,” kata Sidik.

Sementara itu, Danramil Kota Lamongan Kapten Cku Yanto Budi Utomo menyebutkan, terkait pelaksanaan Serbuan Vaksinasi di Kampus Unisla Kodim 0812 menyiapkan 15 tenaga vaksinator, relawan desa dan 10 tenaga screening. “Tim screeningnya khusus dari Unisla sebanyak 10 mahasiswa semester akhir,” kata Yanto.

Sesuai arahan dari Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Sidik Wiyono, Yanto menuturkan, pelaksanaan Serbuan Vaksinasi di Kampus Unisla juga menyasar kelompok lansia sebagai upaya ketercapaian target vaksinasi lansia 60 persen. “Jadi apabila rumahnya jauh mungkin bisa kami jemput. Atau kami vaksin di tempat yang terdekat,” ujar Yanto Danramil Kota Lamongan Kota Kodim 0812 Lamongan.

banner 468x60
  • Bagikan