Parpol  

PDI Perjuangan Lamongan Gelar PPSD, Husen Sebut Saksi Tunduk pada Partai

Ratusan peserta PPSD mengikuti pelatihan yang diselenggarakan DPC PDI Perjuangan Lamongan di Gedung Handayani, Sabtu (26/11/2022), Foto : PDI Perjuangan Lamongan)

NOWTOOLINE, LAMONGAN – DPC PDI Perjuangan Lamongan menggelar Pelatihan Pelatih Saksi Daerah (PPSD) selama 2 (dua) hari mulai tanggal 26-27 November 2022 di Gedung Handayani Jalan KH Ahmad Dahlan Lamongan.

Pelatihan ini merupakan program dari DPP PDI Perjuangan menjelang tahun politik 2024 dalam mempersiapkan para kader yang akan ditempatkan dan bertugas sebagai saksi di setiap TPS.

Ketua DPC PDI Perjuangan Lamongan Husen, S.Ag, M.Pd mengatakan, PPSD diikuti oleh 130 peserta yang terdiri dari 4 orang utusan masing-masing PAC dan 22 orang BSPN Cabang PDI Perjuangan Lamongan.

“Selama dua hari PPSD diselenggarakan. Peserta dilatih jadi tentara partai. Yang mana bertugas untuk menjaga dan mengamankan suara partai,” kata Mas Husen, Sabtu (26/11/2022).

Namun, ungkap Mas Husen, BSPN atau Saksi tunduknya kepada partai bukan caleg. Meski caleg itu diumpamakan sebagai malaikat partai. “Oleh karena itu semangatnya harus loyalitas tanpa batas,” ucapnya.

Setelah pelatihan ini, jelas Mas Husen, para peserta yang mengikuti PPSD hari ini nantinya akan merekrut calon saksi yang bertugas di tempat pemungutan suara (TPS).

“Kemudian mereka akan memberikan pelatihan kepada para saksi yang bertugas di TPS sesuai arahan yang disampaikan pada hari ini,” ujarnya.

Pelatihan diberikan kepada para saksi yang ada setiap TPS tersebut, menurutnya, agar mengerti Hak dan Kewajibannya selama proses mekanisme pelaksanaan pemilu.

“Jumlah sementara dari KPU Lamongan sebanyak 4.093 TPS. Tiap peserta harus bisa merekrut 35 orang saksi. Karena tiap TPS nantinya diisi 2 saksi. Dan asumsi kita, TPS di Lamongan sebanyak 4.500,” tutur Mas Husen.

Secara terpisah, Wakil Ketua BSPN (Badan Saksi Pemilu Nasional) PDI Perjuangan Jawa Timur Abdi Edison Ilman mengatakan, PPSD adalah kelanjutan dari PPSN (Pelatihan Pelatih Saksi Nasional) yang ujungnya nanti untuk melatih saksi tingkat TPS.

“PPSN dilaksanakan oleh BSPN Pusat. Sedangkan PPSD dilaksanakan BSPN Daerah yang nantinya berkelanjutan dalam Pelatihan Saksi TPS yang dilaksanakan oleh BSPN Cabang,” kata Edison.

Edison mengaku, dirinya membawakan materi PPSD bersama Tim Pelatih Nasional dari BSPN Daerah yakni Rendra, Abidin dan Imam.

Terdapat 3 (tiga) materi yang diberikan kepada peserta PPSD. Materi dihari pertama, ungkap Edison, Pengamanan Pemungutan, penghitungan dan Rekapitulasi Suara.

“Di hari pertama dijelaskan bagaimana praktek tahapan, kegiatan, dan jadwal pemungutan dan penghitungan suara di TPS. Serta materi tugas saksi di setiap tahapan pemungutan dan penghitungan suara,” ujarnya

Lebih lanjut, sambung Edison, pihaknya juga menjelaskan praktek rekapitulasi penghitungan suara tingkat kecamatan dan alur pelaporan dan koordinasi pengumpulan dokumen pemungutan dan penghitungan suara.

“Kemudian, kita juga menjelaskan da mempraktekkan instrument atau alat bantu apa saja yang diperlukan dalam rangka penugasan sebagai saksi PPK,” ucapnya.

Untuk hari Minggu (27/11/2022) besok, beber Edison, materi PPSD yakni Sistem Kerja Pengorganisiran Guraklih dan Saksi, Pengawalan Pendaftaran dan Pemutakhiran Data Pemilu.

Menurutnya, tujuan diselenggarakannya PPSD ini agar setiap kader partai (pelatih saksi) memahami detail kepemiluan.

“Mulai dari tahap yang paling awal penyusunan data pemilih sampai dengan pungut hitung, rekap hingga ke sengketa perselisihan hasil. Intinya partai ingin mencetak SDM yang unggul supaya target hatrick di 2024 bisa tercapai,” ucapnya..

Diungkapkan Edison, peserta yang mengikuti PPSD itu terdiri dari unsur 27 PAC (Pimpinan Anak Cabang) dan BSPN PDI Perjuangan Lamongan. “Masing-masing PAC mengirimkan 4 orang utusan. Kemudian dari BSPN Cabang Lamongan 22 orang. Jadi total pesertamya sebanyak 130 orang,” ujar Edison.