banner 728x250

Pelayanan Kesehatan Kurang Maksimal, Puskesmas Glagah Digruduk Sejumlah Perangkat Desa

  • Bagikan
Sejumlah perangkat desa yang tergabung dalam PPDI Glagah saat diterima Kepala Puskesmas Glagah, Selasa (10/8/2021), Foto : Dokumen/NOWTooline)

NOWTOOLINE, LAMONGAN – Puskesmas Glagah Lamongan mendapat penilaian kurang memuaskan dari perangkat desa yang tergabung dalam PPDI Glagah. Mereka mengeluhkan pelayanan kesehatan yang kurang maksimal dari salah satu institusi dibawah naungan Dinas Kesehatan Lamongan tersebut.

Diketahui bersama saat ini hampir sebagian besar puskesmas di Kabupaten Lamongan telah dibangun dengan megah, baik sarana maupun prasarananya.

banner 468x60

Ketua PPDI Glagah, Zaini menuturkan tujuan kedatangannya ke Puskesmas Glagah bersama puluhan perangkat desa untuk menyampaikan keluhan masyarakatnya atas pelayanan kesehatan yang kurang maksimal.

“Karenan kondisi masih pandemi dan PPKM, kita datang hanya sebagian. Syukurlah perwakilan kita diterima dengan baik oleh pihak puskesmas,” ujar Zaini kepada awak media, Selasa (10/8/2021).

Zaini mengaku, hanya 5 perangkat desa yang diterima oleh pihak puskesmas. Saat audensi, pihaknya hanya mendapatkan janji akan melakukan perubahan.

“Ini masih tahap awal untuk mencari solusi. Kami menunggu perkembangan satu minggu kedepannya, “katanya

Sementara itu, perangkat desa berinisial KBL mengatakan jika kedatangan juga menyampaikan keluhan masyarakat berkenaan dengan layanan Puskesmas Glagah.

“Sebenarnya yang datang banyak, namun dibatasi hanya 5 perwakilan dari perangkat desa. Bahkan sempat menyampaikan keluhan masyarakatnya terkait pelayanan rawat inap bagi yang tidak terpapar Covid-19,” ucap KBL.

Tak hanya itu, keluhannnya, pihak puskesmas diduga sering kali langsung merujuk pasien ke rumah sakit tanpa melakukan diagnosa terlebih dahulu.

“Kalau memang masih bisa di rawat di puskesmas kenapa harus dirujuk. Ini awal kita audensi, puskesmas janji mau berubah dan minta waktu satu minggu,” ungkap salah satu perangkat yang enggan disebut namanya secara lengkap.

Begitu juga perangkat desa Margoanyar, Mudzakir menyayangkan buruknya pelayanan kesehatan di Puskesmas Glagah. Kedatangannya bersama rombongan PPDI bagian dari menyampaikan aspirasi masyarakatnya.

“Sebenarnya masyarakat kami juga mengeluh karena susahnya pihak puskesmas tidak mau menerima pasien rawat inap terutama bagian pelayanan IGD,” aku Mudzakir.

Mudzakir juga menilai, jika pihak puskesmas diduga terlalu mudah untuk merujuk pasien ke rumah sakit.

“Sedikit-sedikit dirujuk, padahal puskesmas mempunyai gedung yang besar dan megah, namun dibiarkan kosong. Padahal fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan untuk pelayanan yang lebih baik,” tuturnya.

Selain itu, banyaknya masyarakat Kecamatan Glagah yang harus melakukan rawat inap di puskesmas kecamatan lain.

“Kami berharap dengan menyampaikan aspirasi keluhan masyarakat ini, pihak puskesmas bisa melayani masyarakat dengan baik dan optimal,”

Atas keluhan kurang memuaskan dari perangkat desa yang tergabung dalam PPDI, Kepala Puskesmas Glagah dr Ismatut Thobibah berjanji segera memperbaiki pelayanan kesehatan di institusinya.

“Kami sudah memanggil semua pegawai puskesmas. Sebagaimana tadi kami juga menyampaikan pada perwakilan perangkat desa. Segera kami perbaiki dan minta waktu seminggu,” ujar dr Ismatut Kepala Puskesmas Glagah usai menerima keluhan dari perangkat desa atas kurang memuaskan pelayanan kesehatan. ()

banner 468x60
  • Bagikan