Daerah  

Produk Matching Fund Dirilis, Ini Satu Bukti Kesuksesan Unisla di Wisata Desa Pataan

Tim Matching Fund Unisla menyerahkan secara simbolis wisatapataan.com sebagai produk Matching Fund kepada Kepala Desa Pataan Sambeng Lamongan, Selasa (13/12/2022), Foto : Matching Fund)

Tim Matching Fund Unisla menyerahkan secara simbolis wisatapataan.com sebagai produk Matching Fund kepada Kepala Desa Pataan Sambeng Lamongan, Selasa (13/12/2022), Foto : Matching Fund) NOWTOOLINE, LAMONGAN – Tim Matching Fund Universitas Islam Lamongan (Unisla) berhasil menyelesaikan program kemitraan dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Bahkan yang dilaksanakan oleh tim bisa sukses menghasilkan beberapa luaran diantaranya, website, buku, artikel dan poster yang memuat potensi wisata di Desa Pataan, Kecamatan Sambeng.

Untuk diketahui, bahwa Program Matching Fund di Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan telah berjalan mulai dari bulan Agustus sampai bulan Desember 2022.

Tim Matching Fund Unisla yang bermitra Pokdarwis Desa Pataan ini diketuai oleh Dr. Nurul Badriyah, SE, MM. Dan beranggotakan Titin, SE, MM, Rivatul Ridho Elvierayani, S.Si, M.Pd, Mochamad Afif, S.EI, ME.

Sedangkan dari mahasiswa terdiri Nur Wahid, Nashruddin Surya Pratama, Rafli Hafidz Alfanani, Najwa Khoirina, Mutamakkinah, Rohmawati Nur Khasanah, Khabib Mishbakhussurur, Erina Wahyu Adi Putri, Sophie Priyanka Ardhaneswari dan Arindah Oktavianti.

Koordinator Matching Fund Unisla Dr. Edy Susanto, S.Pt, MP menyampaikan, Unisla di tahun ini memperoleh pendanaan dalam program Matching Fund. Menurut Edy, pihak tekah berhasil memaksimalkan kesempatan yang diberikan Kemenristekdikti RI.

“Kami merasa bahagia dan bangga dengan kinerja tim. Karena telah berhasil menuntaskan dan memaksimalkan kesempatan yang diberikan oleh Menristekdikti RI dengan baik,” ucap Edy, Selasa (13/12/2022).

Bahkan, ungkap Edy, pihaknya juga telah menyelesaikan sesuai dengan rencana awal, yakni seluruh luaran-luaran dapat diselesaikan dengan baik.

“Hari ini akan menjadi saksi bahwasanya Tim Matching Fund Unisla telah merampungkan program ini dengan sukses,” katanya.

 

Sementara itu, Ketua Tim Matching Fund Unisla Dr.Nurul Badriyah, SE, MM mengemukakan keberhasilannya tak lepas dari kerjasama yang intens antara timnya dengan Pokdarwis Desa Pataan yang di ketuai oleh Wisnu Isnandar.

“Semua ini tanpa dukungan dari Pemerintah Desa Pataan, pekerjaan tidak maksimal. Dengan hasil luaran website, buku, artikel dan poster yang memuat potensi wisata di Desa Pataan,” ujar Nurul.

Dengan luaran tersebut, Unisla berharap agar wisata yang melimpah di Desa Pataan bisa tereksplore dan ekspose secara maksimal kepada wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.

Lebih lanjut, beber Nurul, hasil luaran yang berupa website yakni wisatapataan.com itu sudah memuat dua bahasa. Sehingga dapat mudah difahami dan diakses oleh semua orang.

 

“Lebih jauh kami berharap, dilaunchingnya wisatapataan.com, semua kalangan bisa mengetahui potensi wisata dan UMKM melalui wisata Pataan ini. Dan goal akhirnya bisa mewujudkan Desa Pataan yang mandiri dengan perekonomian desa bisa lebih baik dari sebelumnya,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Pataan Subakri Cahyo Utomo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Unisla karena selama 3 tahun terakhir telah membantu tumbuh kembang desa yang dipimpinnya.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Unisla, khususnya kepada Tim Matching Fund yang telah berhasil menjalankan program ini dengan baik. Sehingga didapatkan beberapa luaran yang nyata bagi kemajuan wisata di Desa Pataan,” kata Cahyo.

Ke depan, Cahyo berharap, desanya bisa senantiasa bekerjasama yang baik dengan Unisla. “Secara pribadi dan atas nama masyarakat akan selalu menerima apabila ada program lanjutan yang dilaksanakan di Desa Pataan,” kata Cahyo.

Selaku koordinator IT Tim Matching Fund Unisla, Mochamad Afif, S.EI, ME menjelaskan website yang telah dibuatnya itu disusun secara sederhana dan millenial. Sehingga mudah untuk dinikmati berbagai kalangan utamanya kaum millenial.

“Website wisatapataan.com berisi tentang gambaran potensi wisata pataan yang sangat melimpah. Terdapat 30 titik wisata yang termuat dalam website itu,” ujar Afif.

Selain itu, jelas Afif, juga terdapat berbagai produk dari warga Desa Pataan didalam website tersebut. Sehingga dapat membantu UMKM yang ada di Desa Pataan pun ikut merasakan dampak positif.

Karena saat ini, menurutnya, produk-produk buah tangan UMKM Desa Pataan masih dikemas dengan packaging yang sangat sederhana.

“Dengan adanya webiste wisatapataan.com, customer akan didominasi kaum millenial ataupun pengguna media sosial lainnya,” ujar Afif salah satu Tim Matching Fund Unisla.