Daerah  

RS Apung Laksamana Malahayati Gelar Pengobatan Gratis di Pesisir Lamongan

Salah satu tim medis RS Apung Laksamana Malahayati saat melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis di ASDP Paciran Lamongan, Sabtu (16/9/2023), Foto : Arianda)

NOWTOOLINE, LAMONGAN – Masyarakat di kawasan pesisir Kabupaten Lamongan Jawa Timur memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang digelar Rumah Sakit (RS) Apung Laksamana Malahayati, Sabtu (16/9/2023).

Lima ratusan warga berasal dari sejumlah desa asal Kecamatan Brondong dan Paciran mendatangi tempat pengobatan gratis di kawasan Pelabuhan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP), Kecamatan Paciran.

Kedatangan warga seiring informasi yang mereka dapatkan perihal berlabuhnya kapal RS Apung Laksamana Malahayati di Pelabuhan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP), Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan pada Jumat (15/9/2023) sore.

Ketua Tim Medis Rumah Sakit Terapung Laksamana Malahayati dr. Januar Sahat mengemukakan, warga yang berobat, terutama pada anak-anak, rata-rata mengalami batuk, pilek dan demam.

“Untuk yang lansia kebanyakan mengeluhkan pegal-pegal, kolestorel, asam urat dan kesemutan,” ujarnya.

Untuk keperluan pengobatan, kapal rumah sakit ini diperkuat sejumlah tenaga medis.

“Tim kita ada 2 dokter, 2 perawat, 2 bidan, 1 dokumentasi dan 1 aspri saya,” kata dr Januar. Juga tambahan 1 dokter dari DPC PDI Perjuangan Lamongan.

Untuk diketahui, kapal rumah sakit milik PDI Perjuangan ini mulai menjelajah perairan nusantara setelah diluncurkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada pertengahan Juni 2023.

Kapal RS Apung Laksamana Malahayati bersandar di ASDP Paciran Lamongan, Jumat (15/9/2023), Foto : Arianda)

Dari satu wilayah ke wilayah lainnya, RS Terapung Laksamana Malahayati memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada warga di kawasan pesisir yang disinggahi.

“Misi Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati, sesuai perintah Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekranoputri, agar kita memberikan pelayanan kesehatan kepada warga hingga pulau-pulau terpencil di wilayah Indonesia,” pungkas dr Januar.