Bisnis  

Gegara PMK, Permintaan Sapi Jelang Idul Adha Menurun

Salah satu peternak sapi yang memberikan perawatan ke hewan ternaknya yang terindikasi PMK, (Foto : Bondan)

)NOWTOOLINE, TUBAN – Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak terutama sapi saat ini, berdampak pada penjualan hewan ternak menurun drastis.

Dampak penurunan penjualan hewan ternak tersebut dirasakan oleh para peternak sapi yang ada di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Salah seorang peternak sapi asal Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Kiswadi mengatakan, penurunan penjualan hewan ternak tersebut terjadi karena pembeli berkurang seiring merebaknya PMK.

Biasanya menjelang Hari Raya Idul Adha, permintaan hewan sapi untuk keperluan kurban cukup banyak dan datang dari berbagai wilayah.

Namun, sejak adanya PMK yang menyerang hewan ternak terutama sapi, jumlah pembeli atau permintaan sapi mengalami penurunan drastis.

“Dulu, satu bulan menjelang Idul Adha, bisa ngirim ke Jakarta sampai puluhan sapi, sekarang sama sekali tidak ada permintaan,” kata Kiswadi, kepada sejumlah wartawan, Selasa (14/6/2022).

Kiswadi mengaku, kesulitan untuk menjual sapi yang diternaknya hampir setahun lalu, meski kondisinya juga sehat dan tidak terpapar penyakit yang saat ini banyak menyerang hewan ternak.

“Itu ada 28 ekor sapi, sehat semuanya mas, sebab saya jaga betul kesehatannya, beli obat-obatan sendiri tidak ada bantuan pemerintah,” ujarnya.

Menurutnya, untuk menjual hewan ternak saat ini, para peternak harus memeriksakan hewan ternaknya terlebih dahulu ke petugas kesehatan hewan dan mengantongi surat keterangan hewan sehat dari instansi terkait.

“Prosesnya ribet, harus melalui pemeriksaan petugas kesehatan hewan dulu, harus ada surat keterangan sehat juga, dan itu semua harus bayar,” ungkapnya.

Selain pembeli menurun, harga hewan ternak juga mengalami penururnan sejak adanya PMK yang menyebar luas di Kabupaten Tuban, dan beberapa kabupaten di Jawa Timur.

“Sebelum ada penyakit ini, harga satu ekor sapi paling murah bisa mencapai Rp 25.000.000, sekarang harganya cuma sekitar Rp 15.000.000,” jelasnya.

Pada kondiai saat ini, para peternak berharap merebaknya PMK yang mengancam hewan ternak segera bisa teratasi dan hilang agar kondisi pasar hewan juga bisa kembali.