banner 728x250

Perum Bulog Cabang Bojonegoro Rambah Penjualan Komoditi Via Online dengan Reward Poin

  • Bagikan

NOWTOOLINE, LAMONGAN – Perum Bulog Cabang Bojonegoro kembangkan inovasi program poin reward RPK (Rumah Pangan Kita) melalui pembelian komoditi secara online (e-commerce).

Wakil Kepala Cabang  Perum Bulog Cabang Bojonegoro, Hendra
Kurniawan mengatakan munculnya inovasi program poin reward adalah untuk
merangsang daya beli para anggota RPK dan juga mengharapkan adanya repeat order
dari mereka.

banner 468x60

Sehingga secara tidak langsung
perusahan akan dapat mencapai atau bahkan melampaui target omset yang telah
ditetapkan oleh perusahaan

“Adanya program Poin
Reward RPK diharapkan  bisa menumbuhkan
loyalitas anggota RPK, sehingga mereka juga akan terus berbelanja di Bulog,”
kata Hendra Kurniawan.

Hendra Kurniawan menuturkan,
salah satu fungsi Perum Bulog diantaranya melakukan penyerapan dan pemasaran
produk bahan pangan dari para petani baik melalui pasar retail maupun grosir.

Sedangkan untuk pemasaran
komoditi Bulog, kini bisa dilakukan secara online melalui aplikasi e-commerce
fasilitas jual beli online seperti Tokopedia dan lain sebagainya.

Apalagi, di era digitalisasi
saat ini, setiap perusahaan dituntut harus melahirkan inovasi terbaru berbasis
teknologi untuk memperkuat bisnis komersial dalam mencapai target pendapatan.

“Dengan aplikasi
e-commerce, masyarakat maupun anggota RPK dapat melakukan pembelian secara
online tanpa harus datang ke toko dan gratis ongkos kirim,” terangnya.

Selain itu, Perum Bulog Cabang
Bojonegoro juga menggandeng SRC (Sampoerna Retail Community) untuk lebih
mendekatkan dan mempermudah masyarakat mendapatkan bahan pokok pangan yang
murah dan berkualitas.

Para pembeli produk bulog yang
di jual secara online akan mendapatkan poin, misalnya pembelian produk senilai
Rp 1 juta akan mendapakkan 10 poin dan bagi peraih poin tertinggi pihak Bulog
akan memberikan reward hadiah emas.

“Pemberian reward poin
akan diberikan setiap triwulan sekali dan produk yang dijual tidak hanya beras
tetapi juga bahan pangan lainnya,” pungkasnya. (*)

banner 468x60
  • Bagikan