Ribuan Anak Yatim Kepanasan Mengantri Santunan dari Bupati Tuban

Ribuan Anak Yatim mengantri santunan dari Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky di bawah terik matahari, Jumat (5/4/2024), Foto : Bondan)

NOWTOOLINE, TUBAN – Ribuan anak yatim dari seluruh desa di Kabupaten Tuban harus rela berpanas-panasan selama 3 jam di Rest Area Tuban Abirama pada hari Jumat (5/4/2024). Mereka menunggu acara buka bersama dan santunan dari Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky.

Banyak anak terlihat menunduk menghindari panas terik matahari, bahkan beberapa mengeluh haus karena lamanya waktu tunggu. Orang tua yang mengantarkan anaknya pun prihatin melihat kondisi tersebut.

Keluhan dan Kekhawatiran

Mbah Senah, seorang nenek dari Desa Mander, Kecamatan Tambakboyo, mengantarkan cucunya, Muhammad Kevin (5), untuk mendapatkan santunan. Mbah Senah dan cucunya berangkat dari rumah jam 13.00 siang dan tiba di lokasi jam 14.00 siang.

“Tadi sampai sini duduk di tengah panas-panasan, terus saya disuruh minggir tidak boleh duduk dekat cucuku,” kata Mbah Senah.

Menurut nenek yang sudah berusia 70 tahunan tersebut, di kampungnya hanya cucunya yang mendapatkan panggilan menerima santunan dari bupati.

Karenanya, ia harus berangkat mengantar cucunya meski dalam kondisi berpuasa dan harus berpanas-panasan. “Ibunya bekerja di surabaya, di rumah tinggal sama saya,” ujarnya.

Penjelasan dan Harapan

Sementara itu, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, menjelaskan bahwa acara ini merupakan peresmian Rest Area Tuban Abirama dan santunan anak yatim atas arahan mantan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

“Saat awal menjabat Bupati, Ibu Khofifah berpesan agar jangan lupa menyantuni anak yatim saat melakukan kegiatan pemerintahan,” kata Lendra.

Acara santunan ini bekerja sama dengan Badan Amil Zakat dan Infaq Nasional (Baznas) Kabupaten Tuban. Lendra menegaskan bahwa penerima santunan adalah warga kurang mampu yang telah diverifikasi oleh Baznas.

“Ini kolaborasi dengan Baznas Tuban, kebetulan Kepala Baznasnya mantan Kepala Inspektorat jadi cukup keras, kalau tidak ada bukti warga kurang mampu tidak bisa menerimanya,” tutur Lendra, Bupati Tuban.

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif
Penulis: BondanEditor: M. Ilham Firnanda