Dituduh Ditunggangi Parpol, Miftah : Aksi Kami Murni, Ada yang Coba Adu Domba!

Presiden Aliansi Alam Bersatu Jaya, Miftah Zaini, S.Pd saat ditemui awak media di kantornya Jalan Suwoko Kelurahan Tlogoanyar, Kecamatan Lamongan, Selasa (7/7/2026), Foto : Arianda)

NOWTOOLINE, ​LAMONGAN – Tudingan bahwa aksi demonstrasi evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lamongan ditunggangi partai politik memicu respons keras dari Aliansi Alam Bersatu Jaya. Organisasi tersebut membantah tuduhan itu dan menyebut ada pihak yang diduga berupaya memecah belah gerakan masyarakat melalui narasi yang dinilai menyesatkan.

Presiden Aliansi Alam Bersatu Jaya, Miftah Zaini, S.Pd., menegaskan aksi penyampaian pendapat yang digelar organisasinya merupakan gerakan moral yang lahir dari aspirasi masyarakat, bukan agenda politik maupun kepentingan kelompok tertentu.

“Kami tegaskan aksi ini murni pergerakan
masyarakat tanpa ada pendanaan dari pihak mana pun, apalagi dari partai politik. Hati-hati melempar tuduhan yang tidak memiliki dasar karena dapat menjadi fitnah,” kata Miftah saat memberikan klarifikasi, Selasa (7/7/2026).

Menurut Miftah, tudingan yang berkembang di ruang publik justru berpotensi menggeser substansi tuntutan yang disampaikan massa. Ia menilai isu tersebut dapat memunculkan persepsi negatif terhadap gerakan masyarakat yang sedang menyampaikan aspirasi secara terbuka.

Ia juga mengaku mencermati munculnya narasi mengenai dugaan penyusup maupun pendanaan politik yang, menurutnya, sengaja diarahkan untuk memicu konflik antarkelompok.

“Kami melihat ada indikasi pemberitaan maupun narasi tertentu sengaja digiring oleh oknum untuk mengadu domba antara ABJ dan ABJI. Kondisi seperti ini berbahaya bagi kondusivitas daerah,” ujarnya.

Miftah meminta seluruh pihak mengedepankan sikap bijak dalam menyampaikan informasi kepada publik. Menurutnya, penyebaran tuduhan tanpa bukti hanya akan memperkeruh suasana dan mengganggu iklim demokrasi yang sehat.

Ia bahkan menilai pihak-pihak yang terus menyebarkan provokasi dan fitnah seharusnya tidak diberi ruang apabila hanya menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Daripada terus menjadi alat untuk mengadu domba dan menyebarkan fitnah, lebih baik pihak-pihak yang memprovokasi itu ditutup dan dibubarkan saja,” katanya.

Miftah juga mengimbau masyarakat Lamongan agar tidak mudah mempercayai berbagai isu yang belum terverifikasi. Ia memastikan ABJ akan tetap mengawal berbagai kebijakan publik secara independen tanpa campur tangan kepentingan politik.

“Kami akan tetap konsisten mengawal setiap kebijakan publik secara independen, objektif, dan tidak bisa diintervensi ataupun ditunggangi oleh kekuatan politik mana pun,” ujar Miftah.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas tudingan yang beredar mengenai aksi evaluasi Program MBG. Hingga berita ini ditulis, belum terdapat bukti yang dipublikasikan ke ruang publik yang mendukung tuduhan adanya pendanaan partai politik terhadap aksi tersebut.