banner 728x250

Bupati Lamongan Minta Guru Ajarkan Siswa Lebih Adaptif dan Variatif Saat Pandemi

  • Bagikan
Bupati Lamongan Yuhronur saat mengambil sumpah dan mengukuhkan 104 Guru Dengan Penugasan Sebagai Kepala Sekolah di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan di Pendopo Lokatantra, Senin (21/06/2021), Foto : Awan)

NOWTOOLINE, LAMONGAN – Pandemi yang telah melanda selama satu setengah tahun ini membuat banyak perubahan perilaku termasuk di dunia pendidikan. Oleh karena itu para guru harus lebih variatif dan adaptif dalam menyampaikan pelajaran kepada siswanya.

Hal tersebut disampaikannya, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi pada saat Acara Pengambilan Sumpah dan Pengukuhan 104 Guru Dengan Penugasan Sebagai Kepala Sekolah di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan di Pendopo Lokatantra.

banner 468x60

Dari 104 Guru Dengan Penugasan Sebagai Kepala Sekolah yang dikukuhkan 10 diantarnya yakni untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 94 lainnya untuk jenjang Sekolah Dasar (SD).

“Selain harus lebih adaptif dan variatif para guru juga harus dapat memanfaatkan Tehnologi Informasi yang perkembangannya begitu massif,” ujar Yuhronur Efendi, Senin (21/06/2021).

Pak Yes sapaan akrab Yuhronur Efendi menuturkan bahwa itu telah sesuai dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Lamongan di bidang pendidikan agar tetap berkualitas. Yakni, ungkap Pak Yes, melahirkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas melalui guru-guru yang handal.

“Indeks pendidikan Lamongan semakin tahun juga semakin meningkat  0,625 di tahun 2018 meningkat menjadi 0,637 di tahun 2019, dan 0,638 tahun 2020,” katanya.

Untuk yang kedua visi misi Pemerintah Kabupaten Lamongan, imbuh Pak Yes, ingin memberikan pendidikan gratis bagi siswa yang kurang mampu. Ia mengaku, beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Lamongan juga telah digelontorkan.

“Beasiswa bantuan keluarga tidak mampu untuk jenjang SD/SMP (BKSM) tahun 2015 sampai dengan 2020 mencapai Rp. 11,88 Milyar. Sedangkan dana bantuan beasiswa prestasi jenjang SD dari tahun 2010 sampai dengan 2020 mencapai Rp. 1,12 Milyar,” akunya.

Selain meminta guru agar mengajar siswanya lebih adaptif dan variatif, Pak Yes juga mengajak, para Kepala Sekolah agar menghimbau masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan karena Covid-19 nyata dan masih ada. “Mari kita bersama mengajak dan mengingatkan kembali bahwa pandemi Covid-19 masih ada. Mari selamatkan diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar kita,” tutur Bupati Lamongan. ()

banner 468x60
  • Bagikan